KPU Sebut Jumlah TPS Pilkada 2020 Bakal Melonjak

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPU RI, Arief Budiman (kanan) saat berbincang dengan Kuasa Hukum Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02, Bambang Widjojanto disela sidang lanjutan  Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa, 18 Juni 2019. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Ketua KPU RI, Arief Budiman (kanan) saat berbincang dengan Kuasa Hukum Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02, Bambang Widjojanto disela sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa, 18 Juni 2019. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua KPU (Komisi Pemilihan Umum) Arief Budiman mengatakan ada kemungkinan terjadi lonjakan jumlah TPS (tempat pemungutan suara) dalam Pilkada 2020 yang akan digelar 9 Desember nanti.

    Menurut Arief penambahan jumlah TPS terbuka untuk dilakukan demi mengurangi jumlah pemilih di TPS. Tujuannya, mengantisipasi penyebaran Covid-19.

    Ketua KPU menjelaskan KPU sudah memutuskan lewat rapat pleno bahwa opsi yang muncul adalah mengurangi jumlah pemilih per TPS hingga separuhnya.

    Maka dari semula 800 pemilih di tiap TPS menjadi 400 pemilih. Kondisi iniah yang menbuat jumlah TPS bakal melonjak.

    "Jadi kemungkinan terjadi lonjakan jumlah TPS dua kali lipat," katanya dalam diskusi daring 'Antara Pandemi dan Pilkada' hari ini, Kamis, 28 Mei 2020.

    Arief menyatakan hasil rapat pleno tersebut sudah disampaikan kepada seluruh KPU tingkat provinsi. Hasilnya, sebagian besar mengusulkan mulah pemilih per TPS diturunkan menjadi 500 orang. Maka penambahan TPS tidak sampai dua kali lipat.

    Menurut dia, perhitungan sementara belum memasukkan faktor tambahan pemilih seiring dengan penundaan pilkada. Semula direncanakan Pilkada 2020.

    Berdasarkan data pemilih berusia 17 tahun atau yang sudah menikah per September 2020, jumlah pemilih berkisar 105 juta orang yang tersebar di 105.691 TPS.

    "Lah, kalau ini nanti sampai Desember 2020 tentu jumlah pemilih tenttu bertambah," ujar Ketua KPU Arief Budiman.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPnBM Nol Persen, Cara Mudah Hitung Harga Mobil Baru Honda Brio

    Harga baru berlaku setelah penerapan PPnBM Nol Persen mulai Senin, 1 Maret 2021. Diskon terhadap PPnBM ini berlaku pula untuk Honda Brio.