Andi Arief Minta Pemerintah Segera Bebaskan Siti Fadilah Supari

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wawancara Deddy Corbuzier dengan mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari. Foto: Youtube Deddy Corbuzier

    Wawancara Deddy Corbuzier dengan mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari. Foto: Youtube Deddy Corbuzier

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPP Partai Demokrat, Andi Arief, meminta pemerintah segera membebaskan mantan menteri kesehatan Siti Fadilah Supari. Ia menyarankan agar pemerintah memanfaatkan ilmu dan pengalaman Siti mengatasi wabah Flu Burung untuk diterapkan dalam menangani Covid-19.

    “Kita semua adalah sasaran dari wabah Corona, seharusnya kita berjuang bersama melawannya, bukannya malah merasa lebih berkuasa dan lebih mampu menghadapi wabah ini," katanya dalam keterangan tertulis, Senin, 25 Mei 2020.

    Andi mempertanyakan keputusan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yang mengembalikan Siti ke penjara Pondok Bambu kendati di sana diketahui ada warga binaan yang positif Covid-19. Menurut dia, hal ini menunjukkan ada persepsi tidak seragam soal kedaruratan wabah Corona.

    Ia mengusulkan Menteri Hukum dan HAM Yassona Laolay menggunakan diskresi untuk membebaskan Siti. Alasannya Siti kini berusia lebih dari 70 tahun dengan berbagai penyakit bawaan yang membuatnya rentan terinfeksi virus Corona di penjara.

    "Ibu Siti Fadilah bukan koruptor dan penjahat besar. Ada banyak jasanya dalam sistem kesehatan Indonesia," ucap dia.

    Selain itu, Andi menyoroti pula sikap Direktorat Jenderal Pemasyarakatan yang mempermasalahkan wawancara Siti Fadilah Supari dengan presenter Deddy Corbuzier saat berada di rumah sakit. Andi menilai materi wawancara itu berisi pengetahuan dan informasi untuk publik yang berguna bagi rakyat dan pemerintah dalam menghadapi wabah Corona.

    "Kalau kita ingat terpidana pembunuh Antasari Azhar pernah dibebaskan bicara ditonton saat wawancara dengan salah satu stasiun TV."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Prioritaskan Keselamatan dan Kesehatan

    Komisi Pemilihan Umum siap menggelar Pemilihan Kepada Daerah Serentak di 9 Desember 2020. KPU prioritaskan keselamatan masyarakat dalam Pilkada 2020.