135 Napi Asimilasi Covid-19 Kembali Dijeruji

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan narapidana program asimilasi Polres Metro Jakarta Barat mendapat pengarahan untuk membantu menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan di Aula Maryam, Kedoya, Jakarta Barat, Selasa, 12 Mei 2020. Foto: Antara

    Puluhan narapidana program asimilasi Polres Metro Jakarta Barat mendapat pengarahan untuk membantu menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan di Aula Maryam, Kedoya, Jakarta Barat, Selasa, 12 Mei 2020. Foto: Antara

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian telah menangkap 135 narapidana hasil program asimilasi Kementerian Hukum dan HAM untuk mencegah penyebaran Covid-19 di penjara. Napi itu ditangkap karena kembali berulah melakukan tindak pidana.

    “Narapidana yang tertangkap kembali setelah mendapatkan kebijakan dari Kemenkumham berjumlah 135 orang,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum, Divisi Humas Polri, Komisaris Besar Ahmad Ramadhan, Senin, 25 Mei 2020.

    Ahmad menuturkan jumlah tersebut merupakan akumulasi napi yang ditangkap sejak kebijakan tersebut digulirkan pada April 2020. Ratusan napi itu ditangkap oleh Kepolisian Daerah di seluruh kawasan Indonesia. Berikut ini datanya:

    1. Polda Jawa Tengah 17 orang
    2. Polda Kalimantan Barat 10 orang
    3. Polda Jawa Timur 7 orang
    4. Polda Banten 3 orang
    5. Polda Kalimantan Timur 4 orang
    6. Polda Metro Jaya 6 orang
    7. Polda Kalimantan Selatan 4 orang
    8. Polda Kalimantan Utara 3 orang
    9. Polda Kalimantan Tengah 3 orang
    10. Polda Sulawesi Tengah 5 orang
    11. Polda Nusa Tenggara Timur 1 orang
    12. Polda Nusa Tenggara Barat 1 orang
    13. Polda Sumatera Utara 17 orang
    14. Polda Jawa Barat 11 orang
    15. Polda Papua Barat 1 orang
    16. Polda Sulawesi Utara 2 orang
    17. Polda Sulawesi Selatan 3 orang
    18. Polda Riau 12 orang
    19. Polda Lampung 6 orang
    20. Polda DI Yogyakarta 5 orang
    21. Polda Sumatera Selatan 6 orang
    22. Polda Bali 1 Orang
    23. Polda Sumatera Barat 7 orang

    Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly mengatakan akan membuat napi hasil asimilasi dan integrasi menyesal bila kembali mengulang kejahatannya. Ia mengatakan telah menyiapkan skema hukuman berat. “Pasti akan sangat menyesal,” kata Yasonna, 22 April 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Prioritaskan Keselamatan dan Kesehatan

    Komisi Pemilihan Umum siap menggelar Pemilihan Kepada Daerah Serentak di 9 Desember 2020. KPU prioritaskan keselamatan masyarakat dalam Pilkada 2020.