Imam Besar Masjid Istiqlal: Jangan Paksakan Diri ke Masjid

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Amerika Serikat Michael R Pence (kiri) berbincang dengan Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar ketika mengunjungi Masjid Istiqlal di Jakarta, 20 April 2017. Michael R Pence melakukan pertemuan dengan lintas agama serta sejumlah tokoh Indonesia saat mengunjungi Masjid Istiqlal. ANTARA FOTO

    Wakil Presiden Amerika Serikat Michael R Pence (kiri) berbincang dengan Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar ketika mengunjungi Masjid Istiqlal di Jakarta, 20 April 2017. Michael R Pence melakukan pertemuan dengan lintas agama serta sejumlah tokoh Indonesia saat mengunjungi Masjid Istiqlal. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar meminta umat Islam tidak memaksakan diri untuk melakukan kegiatan masif di masjid, seperti takbiran ramai-ramai dan salat Idul Fitri,di tengah wabah Covid-19.

    “MUI menyuguhkan banyak dalil, pimpinan ormas-ormas lain sepakat mari salat Idul Fitri di rumah,” kata Nasaruddin dalam konferensi pers di akun Youtube BNPB pada hari ini, Jumat, 23 Mei 2020.

    Menurut Nasaruddin, Pemerintah telah menetapkan protokol kesehatan untuk masyarakat dalam kondisi pandemi Covid-19. Maka warga bangsa dan umat Islam sudah sepatutnya mengikuti anjuran ulama dan umara (pemerintah).

    Mencintai masjid, petinggi Masjid Istiqlal itu berpendapat, merupakan bagian yang membanggakan. Namun dalam kondisi saat ini ada hal darurat dan harus diingat, yaitu maraknya virus Corona.

    Ia mengisahkan Rasulullah SAW ketika di Madinah pernah meminta sahabatnya untuk tidak ke masjid karena hujan deras.

    “Tapi di luar kita hujan Corona. Hujan air saja Rasulullah minta sahabatnya salat di rumah, apalagi virus Corona yang mematikan,” ucap bekas Wakil Menteri Agama asal Ujung-Bone, Sulawesi selatan, tersebut.

    Menurut Nasaruddin, Ramadan kali ini memang sangat spesial karena umat Islam menjalani ujian ganda.

    Ujian pertama adalah berpuasa menahan haus dan lapar, sedangkan ujian kedua adalah harus berada di rumah dan banyak protokol karena wabah Covid-19.

    “Mudah-mudahan Allah memberikan berkah lebih berlipat ganda lagi karena ketaatan kita untuk mengikuti petunjuk-petunjuk yang selama ini kita jalani."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.