Bantah Menangkap, Kapolda Jambi: Nuh Datang Minta Perlindungan

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bambang Soesatyo membeli motor listrik Gesits di IIMS 2018. Dok Gesits

    Bambang Soesatyo membeli motor listrik Gesits di IIMS 2018. Dok Gesits

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Daerah Jambi Inspektur Jenderal Firman Santyabudi membantah polisi telah menangkap Muhammad Nuh alias M. Nuh, buruh harian asal Jambi pemenang lelang lelang motor listrik Presiden Jokowi. Sebelumnya Nuh dikabarkan sempat dibawa ke kantor polisi.

    "Tidak ada penangkapan dan penahanan kepada yang bersangkutan," ujar Kapolda Firman Santyabudi saat dikonfirmasi Jumat, 22 Mei 2020.

    Menurut Firman, berdasarkan hasil wawancara, Nuh mengira bakal mendapat hadiah, yakni motor listrik Jokowi. Nuh justru datang ke Mapolda Jambi untuk meminta perlindungan karena ketakutan ditagih untuk membayar Rp 2,5 miliar sebagai pemenang lelang.

    "Yang bersangkutan setelah diwawancara, tidak paham acara yang diikuti tersebut adalah lelang. Yang bersangkutan mengira bakal dapat hadiah. Karena ketakutan ditagih, dia justru minta perlindungan," ucap Firman.

    Nuh sebelumnya memenangkan lelang sepeda motor listrik merk Gesits yang ditandatangani Jokowi dalam acara konser virtual "Berbagi Kasih Bersama Bimbo" yang digelar MPR bekerjasama dengan BPIP dan BNBP pada 17 Mei 2020 lalu. Dalam lelang itu, ia menjadi pemenang dengan tawaran Rp 2,55 miliar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.