Warga Kudus Terkonfirmasi Positif Covid-19 Usai Melahirkan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung duduk di ruang tunggu pasien IGD di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso yang merupakan rumah sakit rujukan Covid-19, di Jakarta, 24 Maret 2020. TEMPO/Nurdiansah

    Pengunjung duduk di ruang tunggu pasien IGD di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso yang merupakan rumah sakit rujukan Covid-19, di Jakarta, 24 Maret 2020. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Jumlah kasus terkonfirmasi positif penyakit virus corona (Covid-19) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, bertambah satu orang setelah ibu yang baru melahirkan dinyatakan positif corona. Sehingga total kini menjadi 48 kasus.

    "Awalnya perempuan berusia 35 tahun yang baru saja melahirkan tersebut dirawat di Rumah Sakit Aisyiyah Kudus, namun hasil tes cepat (rapid test) reaktif corona kemudian dirujuk ke RSUP Kariadi Semarang," kata Juru Bicara Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Kabupaten Kudus Andini Aridewi di Kudus, Kamis, 21 Mei 2020.

    Andini mengungkapkan pasien tersebut memiliki penyakit penyerta sehingga dirujuk ke Semarang. Proses melahirkannya, kata dia, berlangsung di Semarang, kemudian menjalani swab (usap) tenggorokan dan hasilnya terkonfirmasi positif Corona.

    Usai melahirkan, pasien dirujuk kembali ke RS Aisyiyah Kudus karena kondisinya baik, sedangkan anaknya yang baru berusia empat hari masih dirawat di RSUP Kariadi Semarang karena memiliki gejala demam.

    Dari 48 kasus terkonfirmasi positif di Kudus, sebanyak 33 kasus di antaranya dari dalam wilayah, sedangkan 15 kasus dari luar wilayah. Dari 33 kasus dalam wilayah tersebut, sebanyak satu orang menjalani perawatan, 28 orang dinyatakan sembuh, dan empat orang meninggal.

    Sementara jumlah orang tanpa gejala (OTG) yang masih dipantau sebanyak 37 orang, sedangkan orang dalam pemantauan sebanyak 42 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) yang masih dirawat sebanyak 33 orang, sebanyak empat orang dirawat, 12 orang menjalani isolasi, dan 17 orang meninggal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.