Ini Rekomendasi LIPI untuk Hidup Berdamai dengan Covid-19

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Relawan dari karang taruna setempat menggunakan kostum robot berkeliling di sekitar Pasar Cicadas dan permukiman padat di Sekepanjang, Bandung, Jawa Barat, Kamis 7 Mei 2020. Robot Satgas Covid-19 ini menyuarakan seruan untuk masyarakat untuk tidak berkumpul dan saling jaga jarak sebagai upaya mencegah penularan virus corona. TEMPO/Prima Mulia

    Relawan dari karang taruna setempat menggunakan kostum robot berkeliling di sekitar Pasar Cicadas dan permukiman padat di Sekepanjang, Bandung, Jawa Barat, Kamis 7 Mei 2020. Robot Satgas Covid-19 ini menyuarakan seruan untuk masyarakat untuk tidak berkumpul dan saling jaga jarak sebagai upaya mencegah penularan virus corona. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) merekomendasikan strategi hidup berdamai dengan Covid-19.

    "Kami sudah merekomendasikan bahwa bagaimana kita harus hidup bersama virus penyebab Covid-19 karena vaksin itu kemungkinan besar akan lama ditemukan," kata Kepala LIPI Laksana Tri Handoko dalam webinar, Jakarta, Senin, 18 Mei 2020.

    Pertama, LIPI merekomendasikan untuk mengaktifkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat. Namun, harus tetap melakukan kontrol dan mitigasi yang terukur dengan fokus skrining massal di simpul mobilitas publik. Seperti terminal dan bandara.

    Skrining masal ini, menurut LIPI, harus berbasis tes diagnostik cepat dan uji polymerase chain reaction (PCR).

    Kedua, LIPI meminta pemerintah harus bisa menangani orang dalam pemantauan (ODP) atau pasien dalam pengawasan (PDP) dengan data akurat, masif, dan terukur.

    Orang positif dan keluarganya dikenakan masa isolasi dan karantina. Khusus masyarakat berpenghasilan rendah yang positif Covid-19 dan keluarganya ditetapkan menjadi penerima bantuan sosial.

    LIPI pun merekomendasikan penyemprotan disinfektan di lokasi dengan kasus positif.

    Selain itu, lembaga ini juga merekomendasikan pengetatan protokol Covid-19 untuk memastikan pelaksanaan, bila perlu dengan mekanisme semi represif dalam bentuk denda.

    Pengetatan protokol Covid-19 itu dilakukan antara lain dengan wajib memakai masker di semua lokasi dan kondisi, wajib menjaga jarak di semua aktivitas, menjaga kebersihan, sterilisasi aneka benda yang dipertukarkan, serta harus ada panduan dan protokol ringkas untuk semua jenis aktivitas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.