Tujuh Pedagang Sapi di Kupang Ditolak RSUD Saat Minta Rapid Test

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kupang memeriksa kesehatan enam warga negara China yang terdampar di perairan Rote Ndao setibanya di Lantamal VII Kupang, NTT, Kamis 30 Januari 2020. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui enam warga negara China itu terjangkit virus Corona atau tidak sebelum diantar ke kantor Imigrasi Klas I TPI Kupang. ANTARA FOTO/Kornelis Kaha

    Petugas Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kupang memeriksa kesehatan enam warga negara China yang terdampar di perairan Rote Ndao setibanya di Lantamal VII Kupang, NTT, Kamis 30 Januari 2020. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui enam warga negara China itu terjangkit virus Corona atau tidak sebelum diantar ke kantor Imigrasi Klas I TPI Kupang. ANTARA FOTO/Kornelis Kaha

    TEMPO.CO, Kupang - Rumah Sakit Umum Daerah Johannes, Kupang diduga menolak tujuh pedagang sapi yang meminta rapid test. Para pedagang di Pasar Kasih Naikoten ini meminta dites karena mereka pernah berkontak dengan pasien positif Covid-19 yang sudah meninggal.

    "Yang bernama Ari dan Agus Pelun Doo sudah tiga hari terakhir datang ke RSUD untuk minta dilakukan rapid test, tetapi justru disuruh pulang dulu, nanti akan ditelepon sama pihak rumah sakit," kata Daud Dean, salah seorang pedagang daging sapi yang dituakan di Pasar Inpres itu kepada Antara di Kupang, Jumat, 15 Mei 2020.

    Ia mengatakan nama-nama tujuh pedagang daging sapi ini sebenarnya sudah dilaporkan ke Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid di Kota Kupang.

    Bahkan Dean mengatakan sudah meminta agar mereka dikarantina khusus sehingga tidak keluar rumah. Sekaligus untuk menghindari penyebaran virus Corona.

    "Mereka, tujuh pedagang daging sapi itu malah disuruh sama petugas kesehatan di RSUD Johannes untuk menjalani rapit test berbayar di RS Siloam yang per kepala harganya Rp 500 ribu," katanya.

    Daud juga membandingkan Gugus Tugas yang ada di Kota Kupang dan Gugus Tugas di provinsi lain yang selalu sigap menanggapi jika ada pasien yang positif Covid-19.

    Ia mengatakan bahwa selama ini belum pernah ada petugas dari Gugus Tugas penanganan Covid-19 yang melakukan sosialisasi terkait pencegahan penyebaran virus.

    Sementara itu, menanggapi adanya laporan soal penolakan rapid test tersebut Wakil Direktur Pelayanan RSUD Johannes Kupang dr Stef Soka Dhe mengatakan bahwa informasi itu tidak benar. "Itu tidak benar informasinya," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.