Jokowi Tunjuk Suryopratomo Jadi Calon Dubes RI untuk Singapura

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Setya Novanto disambut ketua forum Pemimpin Redaksi Suryopratomo (kiri), sebelum mengikuti pertemuan di Jakarta, Senin, 23 November 2015. Pertemuan tersebut antara lain membahas soal laporan Menteri ESDM, Sudirman Said ke Mahkamah Kehormatan Dewan. TEMPO/Imam Sukamto

    Setya Novanto disambut ketua forum Pemimpin Redaksi Suryopratomo (kiri), sebelum mengikuti pertemuan di Jakarta, Senin, 23 November 2015. Pertemuan tersebut antara lain membahas soal laporan Menteri ESDM, Sudirman Said ke Mahkamah Kehormatan Dewan. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Jokowi telah mengirimkan 31 nama calon duta besar ke DPR untuk dipilih. Salah satu nama tersebut adalah Suryopratomo, eks pimpinan redaksi surat kabar Kompas. Tommy, sapaan akrab Suryopratomo, dicalonkan menjadi Duta Besar RI untuk Singapura.

    Tommy merupakan tokoh media yang sempat bekerja di tiga media nasional. Ia menjadi pimpinan redaksi pertama Kompas pada 2000, setelah 35 tahun sebelumnya dijabat oleh Jakoeb Oetama, sang pendiri.

    Tommy kemudian melanjutkan kariernya di dunia jurnalistik dengan bergabung bersama Media Indonesia sebagai Direktur Pemberitaan. Pria kelahiran Bandung, 12 Mei 1961 tersebut kemudian pindah ke Metro TV, yang masih satu grup dengan Media Indonesia. Di Metro TV, ia kemudian dipercaya menjabat Direktur Utama. Ia mengakhiri jabatannya pada 2019 lalu.

    Belakangan, nama Tommy kembali mencuat setelah ia mengikuti pencalonan Direktur Utama TVRI. Namun belakangan ia mundur dari pencalonan tersebut karena mengaku khawatir mengganggu kinerja TVRI.

    Tommy rencananya akan menggantikan I Gede Ngurah Swajaya sebagai Duta Besar RI untuk Singapura. Swajaya memegang jabatan ini sejak Desember 2015 lalu, atau sejak awal pemerintahan periode pertama Presiden Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.