Ketua MPR Minta Pemerintah Tak Cuma Pikirkan soal Ekonomi

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo atau Bamsoet meminta pemerintah mengkaji ulang rencana membuka kembali transportasi umum di masa pandemi Corona ini. Ia menilai langkah itu bertentangan dengan regulasi pencegahan dan penanganan Covid-19 yang diterapkan.

    "Sehingga berpotensi justru dapat memperpanjang masa pandemi Corona," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat, 8 Mei 2020.

    Politikus Partai Golkar itu meminta Kementerian Perhubungan sebaiknya mengimplementasikan kebijakan yang berorientasi turut mengedepankan aspek kesehatan. "Tidak hanya untuk penyelamatan ekonomi saja," ucap dia.

    Bamsoet menuturkan Kementerian Perhubungan harus konsisten dalam memberlakukan satu kebijakan, khususnya yang fokus pada pengendalian Covid-19.

    "Mendorong pemerintah pusat dan daerah berkomitmen untuk mengawasi agar pergerakan transportasi tetap berada dalam pantauan dan sesuai dengan protokol Covid-19, dan mudik tetap tidak dilakukan, sebagaimana disampaikan ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19," katanya.

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan moda transportasi beroperasi kembali mulai Kamis kemarin, namun dengan pembatasan kriteria penumpang. Ia berdalih diminta menjabarkan Permenhub Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah dan Surat Edaran dari Menko Perekonomian. Kebijakan ini, kata Budi, agar perekonomian nasional tetap berjalan.

    "Dimungkinkan semua angkutan udara, kereta api, laut, bus untuk kembali beroperasi dengan catatan satu, harus menaati protokol kesehatan," kata Budi dalam rapat kerja dengan Komisi V secara virtual, Rabu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.