Program Belajar Bersama TVRI Membantu Anak Autis, Guru Ini Berharap Acara Terus Berlanjut

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rohmadi guru di SDN Gunongsekar 2 Sampang, Madura, Jawa Timur sedang melaksanakan proses belajar mengajar dengan anak murid berkebutuhan khusus (ABK).

    Rohmadi guru di SDN Gunongsekar 2 Sampang, Madura, Jawa Timur sedang melaksanakan proses belajar mengajar dengan anak murid berkebutuhan khusus (ABK).

    INFO NASIONAL — Pandemi virus corona atau Covid-19 telah memaksa berbagai aktivitas untuk dilakukan di rumah, yakni bekerja dari rumah bagi karyawan, dan belajar dari rumah bagi pelajar maupun mahasiswa. Terkait hal itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan program belajar dari rumah belum lama ini.

    Program ini bekerja sama dengan satu-satunya perusahaan televisi milik pemerintah, TVRI, yang sudah berjalan sejak Senin, 13 April 2020. Program acara belajar dari rumah tersebut dianggap sangat membantu para peserta didik yang saat ini sedang dalam fase belajar dari rumah masing-masing. Tak hanya itu, orangtua pun bisa sambil menikmati tayangan acara bertema parenting di sela-sela acara.

    Program belajar dari rumah tersebut pun mendapatkan respons positif baik dari tenaga pendidik atau guru, orangtua murid, serta para pelajar dan mahasiswa.

    Seperti yang diungkapkan oleh Rohmadi salah satu tenaga pendidik yang mengajar di SDN Gunongsekar 2 Sampang, Madura, Jawa Timur. Menurutnya belajar di rumah melalui TVRI sangat menyenangkan bagi anak. Karena materi yang disajikan melalui gambar dan penyajian yang menarik membuat anak lebih cepat paham.

    “Apalagi SDN Gunongsekar 2 merupakan sekolah inklusi dengan 15 anak berkebutuhan khusus (ABK). Contohnya Arka kelas 1 adalah ABK (autis) yang aktif mengikuti program belajar bersama TVRI. Ketika belajar tidak bisa fokus. Bersama TVRI Arka bisa belajar dengan fokus sampai selesai dan bisa menjawab pertanyaan. Karena materi yang disajikan menarik. Setiap hari Arka menunggu acara belajar bersama TVRI,” kata Rohmadi, yang disampaikan melalui wawancara online, Jumat, 24 April 2020.

    Ia berharap kegiatan yang sangat membantu para guru ini ke depan materi di buat perkelas saja agar lebih memudahkan siswa, dengan pengajar yang berbeda. “Saya juga mohon channel TVRI semakin di perkuat, karena di Sampang salurannya banyak gangguan,” ujarnya.

    Rohmadi juga berharap melihat penyajian materi yang menarik, sangat perlu dilanjutkan meski pandemi virus corona usai. “Pasca corona semoga terus berlanjut dengan jadwal yang di sesuaikan tentunya. Disamping sebagai bahan belajar di sekolah juga bisa jadi edukasi tontonan yang baik bagi anak,” ucapnya.

    Disisi lain, Kepala Biro Komunikasi & Hubungan Masyarakat Evy Mulyani mengatakan, konten di TVRI merupakan alternatif pembelajaran selama masa pandemi Covid-19. Program belajar dari rumah berkaitan dengan berbagai materi pembelajaran mulai dari PAUD, pendidikan dasar, hingga menengah.

    Pada hari kerja, akan disiarkan acara yang berkaitan dengan pembelajaran, namun di akhir pekan akan berisi tentang berbagai konten kebudayaan.

    “Kerjasama dengan TVRI dilaksanakan selama 3 bulan. Tentunya Kemendikbud juga akan melakukan evaluasi, atau menerima berbagai masukan dari berbagai pihak terkait dengan kualitas konten, model pedagogik, dari segi waktu dan lainnya,” tuturnya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.