2 Pasien Sembuh Covid-19 di Kediri Pulang Bak Pahlawan

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi berjaga di Jalan PK Bangsa, Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu, 28 Maret 2020. Polresta Kediri mentup Jalan PK Bangsa untuk memberlakukan kawasan 'physical distancing' atau jaga jarak secara fisik sebagai upaya mencegah penyebaran COVID-19. ANTARA

    Polisi berjaga di Jalan PK Bangsa, Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu, 28 Maret 2020. Polresta Kediri mentup Jalan PK Bangsa untuk memberlakukan kawasan 'physical distancing' atau jaga jarak secara fisik sebagai upaya mencegah penyebaran COVID-19. ANTARA

    TEMPO.CO, Kediri - Dua pasien Covid-19 sembuh setelah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Gambiran, Kota Kediri, hari ini, Kamis, 23 April 2020.

    Sejumlah perawat dan dokter berjajar di depan rumah sakit untuk melepas kepulangan FT, 42 tahun, dan TR (42). 

    “Kami sudah seperti keluarga, terima kasih sudah merawat saya sampai sembuh,” kata FT ketika meninggalkan RSUD Gambiran.

    Mereka diperlakukan begitu terhormat, laiknya pahlawan. Tak hanya diantar sampai rumah, mereka dilepas oleh para perawat dan dokter dengan karangan bunga.

    FT dan TR tak kuasa menahan haru ketika disambut di pintu lobi begitu keduanya meninggalkan ruang isolasi. Seketika mereka berdiri dari kursi dorong untuk menyampaikan terima kasih.

    Tangis haru tak terbendung pada saat mereka menerima karangan bunga dari pegawai rumah sakit.

    FT dan TR dirawat di RSUD Gambiran sejak 10 April 2020. Keduanya terpapar Covid-19 pada saat mengikuti pelatihan haji di Asrama haji Sukolilo, Surabaya.

    Baik FR maupun TR meminta masyarakat untuk selalu menjaga diri dan keluarga karena virus Corona penyebab Covid-19 bisa menyerang siapa saja tanpa pandang bulu.

    Direktur RSUD Gambiran Fauzan Adima mengatakan penghormatan bagi pasien Covid-19 yang sudah sembuh untuk menyemangati mereka karena berhasil melawan virus. 

    “Kita bisa bayangkan saat semua orang menjauhi mereka, para perawat dan dokter justru mendekat dan merawat dengan tulus. Resikonya menjadi sama," kata Fauzan Adima.

    Fauzan pun menyampaikan hormat dan terima kasih sebesar-besarnya kepada tenaga medis dan nonmedis di RSUD Gambiran atas kerja keras dan pengorbanan mereka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.