43 Santri Temboro Asal Malaysia Positif Covid-19, Bupati Gelar Rapid Test

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tampak luar Pusat Karantina dan Perawatan virus Corona di Malaysia Agro Exposition Park Serdang (MAEPS) di Selangor, 3 April 2020. Selain itu, bangunan ini juga turut menampung pasien positif virus Corona dengan gejala ringan. Xinhua/Chong Voon Chung

    Tampak luar Pusat Karantina dan Perawatan virus Corona di Malaysia Agro Exposition Park Serdang (MAEPS) di Selangor, 3 April 2020. Selain itu, bangunan ini juga turut menampung pasien positif virus Corona dengan gejala ringan. Xinhua/Chong Voon Chung

    TEMPO.CO, Magetan - Bupati Magetan Suprawoto akan menggelar rapid test di lingkungan Pondok Pesantren Temboro, Kabupaten Megaten. Tes cepat ini dilakukan setelah ada kabar 43 santri asal Malaysia yang sempat mondok di sana positif Covid-19 setelah pulang ke negaranya.

    “Pagi ini kami langsung menggelar rapat, hasilnya nanti kami sampaikan. Selama kami rapat, petugas di lapangan akan melakukan rapid test di pesantren itu,” kata Suprawoto saat dihubungi, Senin, 20 April 2020.

    Suprawoto awalnya ragu dengan berita yang dilansir pejabat Malaysia. Dia menduga media Malaysia salah persepsi. Yang benar, menurutnya, 43 pelajar itu baru pulang dari Magetan, salah satu kabupaten di Jawa Timur yang masuk zona merah corona, sehingga dikarantina sesampainya di Negeri Jiran.

    Suprawoto pun sempat menelepon Kepala Biro Antara Kuala Lumpur untuk memastikan kebenaran berita tersebut.  Antara memastikan bahwa medianya tak salah kutip. “Kalau begitu, kami langsung bergerak,” kata Suprawoto.

    Sehari sebelumnya Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) mengumumkan klaster baru orang-orang yang terjangkit Covid-19 dari pelajar Malaysia yang baru pulang dari sebuah pesantren di Temboro, Magetan, Jawa Timur.

    "Sebuah klaster baru telah dideteksi di pintu masuk internasional, yaitu warga Malaysia yang pulang dari Indonesia melalui Lapangan Terbang Kuala Lumpur (KLIA) pada 16 April 2020," ujar Direktur Jenderal Kesehatan KKM Dr Noor Hisham Abdullah di Kuala Lumpur seperti dikutip Antara, Minggu, 19 April 2020.

    Klaster itu terdiri dari 43 orang yang dinyatakan positif Covid-19 di kalangan pelajar yang pulang dari Temboro, salah satu daerah yang telah dinyatakan sebagai zona merah di daerah Magetan. "Masih terdapat beberapa kasus yang masih menunggu keputusan," katanya.

    Dia mengatakan sebanyak 34  orang dari keseluruhan 43 kasus tersebut  telah dikarantina di Negara Bagian Melaka dan sembilan orang di Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur dan Putrajaya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.