Eijkman Ingin Rekrut Pasien Sembuh Covid-19 untuk Donor Plasma

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang teknisi laboratorium mempersiapkan media tumbuh virus di Eijkman Institute, Jakarta, Indonesia 31 Agustus 2016.  REUTERS/Darren Whiteside

    Seorang teknisi laboratorium mempersiapkan media tumbuh virus di Eijkman Institute, Jakarta, Indonesia 31 Agustus 2016. REUTERS/Darren Whiteside

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio mengatakan akan merekrut para pasien yang sembuh dari Covid-19 untuk mendonasikan plasma. “Kami minta kesediaan mereka mendonasikan plasmanya,” kata Amin dalam diskusi Perspektif Indonesia, Sabtu, 18 April 2020.

    Amin mengatakan, plasma dalam pasien Covid-19 memiliki antibodi yang berfungsi untuk melawan virus dalam tubuhnya. Plasma tersebut nantinya akan didonorkan kepada pasien Covid-19 dalam kondisi berat dan masih berjuang untuk sembuh. 

    Plasma yang diambil dari penyintas terlebih dulu diuji di laboratorium Eijkman yang memiliki biosafety level 3, yaitu dengan standar keamanan sangat tinggi. Antibodi dari plasma penyintas akan dihadapkan dengan virus corona pada sel hidup. Nantinya sel hidup itu akan dibandingkan antara yang tanpa antibodi dan dengan antibodi.

    Selesai diuji, proses selanjutnya akan ada beberapa pemeriksaan untuk mencocokan dengan golongan darah pasien dengan donornya. “Kalau sudah aman, nanti kami berikan kepada rumah sakit yang membutuhkan. Jadi plasma bisa disimpan dalam beku, apabila dibutuhkan bisa dikirim ke RS,” katanya.

    Menurut Amin, penyintas yang bisa mendonorkan plasma minimal 2 atau 4 pekan sudah sembuh dari Covid-19. Plasma dari satu orang pendonor dengan kadar antibodi yang cukup bisa digunakan untuk mengobati 2-3 orang. “Kalau kami dapat 300 cc plasma, kami bisa berikan ketika orang masing-masing 100 cc. Itu kalau kadar antibodinya cukup."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.