Polri Bakal Beri Bantuan Rp 600 Ribu untuk 197 Ribu Pengemudi

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengemudi ojek online melintas tanpa penumpang di dekat spanduk bertuliskan imbauan waspada terhadap COVID-19 di Jakarta, Senin, 6 April 2020. Saat berlakunya Pembatasan Sosial Berskala Besar di Jakarta, ojol dilarang membawa penumpang dan hanya boleh mengantarkan makanan dan barang. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Pengemudi ojek online melintas tanpa penumpang di dekat spanduk bertuliskan imbauan waspada terhadap COVID-19 di Jakarta, Senin, 6 April 2020. Saat berlakunya Pembatasan Sosial Berskala Besar di Jakarta, ojol dilarang membawa penumpang dan hanya boleh mengantarkan makanan dan barang. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Korps Lalu Lintas Polri melakukan pendataan terhadap jumlah pengemudi taksi, bus, truk, angkot, ojek, hingga andong, becak, kernet bus, bajaj, dan bemo di seluruh Indonesia. Ini dilakukan untuk program bantuan Rp 600 ribu per bulan kepada mereka selama tiga bulan.

    "Ada 197.256 orang yang sudah terdata oleh kepolisian di seluruh Polda untuk mendapat bantuan Program Keselamatan," ujar Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Istiono melalui keterangan tertulis pada Kamis, 16 April 2020.

    Istiono menjelaskan, penyaluran bantuan akan dilakukan serentak di 34 provinsi yang terbagi dalam tiga tahap, yaitu tahap I pada 15 April-15 Mei, tahap II pada 16 Mei-15 Juni, dan tahap III pada 16 Juni-15 Juli.

    "Kami berharap Program Keselamatan ini dapat berjalan tertib dan peserta yang mendapatkan bantuan ini tepat sasaran," ucap Istiono.

    Dalam pemberian program ini, Korlantas Polri menggandeng BRI sebagai medium untuk mengirim uang secara transfer. Para pengemudi itu akan dibukakan rekening.

    "Bantuan nantinya dikirim melalui rekening. Mereka akan dapat buku tabungan dan kartu debit. Ini juga sebagai penerapan physical distancing juga," kata Istiono.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.