Ketua DPR Puan Maharani Bicara Penolakan Pemakaman Jenazah Corona

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna DPR Pembukaan Masa Persidangan III Tahun Sidang 2019-2020 di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin, 30 Maret 2020. Rapat tersebut beragendakan penyampaian pidato ketua DPR dan laporan Komisi XI mengenai hasil fit and proper test tiga Kantor Akuntan Publik (KAP) yang diajukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). ANTARA/Rivan Awal Lingga

    Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna DPR Pembukaan Masa Persidangan III Tahun Sidang 2019-2020 di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin, 30 Maret 2020. Rapat tersebut beragendakan penyampaian pidato ketua DPR dan laporan Komisi XI mengenai hasil fit and proper test tiga Kantor Akuntan Publik (KAP) yang diajukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). ANTARA/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPR Puan Maharani meminta pemerintah segera mengedukasi secara masif masyarakat mengenai Standard Operational Procedure (SOP) dan protokol pemakaman jenazah pasien yang terinfeksi virus Corona.

    "Di saat-saat seperti ini justru kita semua harus menunjukkan sikap kerukunan dan gotong royong yang sudah menjadi ciri khas Bangsa Indonesia," ujar Puan Maharani dalam keterangannya di Jakarta hari ini, Rabu, 8 April 2020. 

    Menurut dia, Kementerian Kesehatan mesti bekerjasama dengan pemerintah daerah, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dan tokoh masyarakat dalam melakukan sosialisasi.

    Ketua DPR Puan berpendapat bahwa bahasa dan cara sosialisasi kesehatan dalam pemakaan jenazah Corona harus sesederhana mungkin masyarakat baik di kota maupun desa dalam memahaminya.

    "Langkah ini diperlukan agar tidak terjadi kecemasan dan ketakutan dari masyarakat akan terjadi penularan jika jenazah (pasien Corona) dimakamkan di wilayah mereka."

    Ketua DPR Puan Maharani menanggapi banyaknya penolakan pemakaman jenazah pasien yang diga atau sduah positif terpapar Corona di daerah. 

    Tempo mencatat, penolakan tersebut terjadi setidaknya di Kota Makassar dan Bandung.

    Politikus PDIP tersebut mengimbau masyarakat agar tidak menolak pemakaman jenazah pasien Corona atau yang diduga terpapar Corona.

    Menurut Puan Maharani, jenazah pasien terinfeksi virus Corona sudah ditangani sesuai prosedur protokol kesehatan dan harus segera dimakamkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.