MUI Sebut Mudik Haram Bagi Pemudik Datang dari Episentrum Corona

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan pemudik melintasi Tol Bekasi arah Jakarta saat puncak arus mudik Lebaran 2019 di Bekasi, Jawa Barat, Ahad, 9 Juni 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Kendaraan pemudik melintasi Tol Bekasi arah Jakarta saat puncak arus mudik Lebaran 2019 di Bekasi, Jawa Barat, Ahad, 9 Juni 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) angkat bicara ihwal masalah mudik yang saat ini masih tetap dilakukan oleh sebagian masyarakat Indonesia di tengah wabah virus corona.

    Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas mengatakan, jika seseorang tersebut bepergian dari daerah yang tidak ada wabah ke daerah yang juga tidak ada wabah, maka tidak ada masalah.

    Namun, jika seseorang itu mudik dari daerah pandemi wabah ke daerah lain, maka itu tidak diperbolehkan. "Karena disyakki dan atau diduga keras dia akan bisa menularkan virus tersebut kepada orang lain. Apalagi virusnya menular dan sangat berbahaya. Jika tetap pulang berarti yang bersangkutan telah melakukan sesuatu yang haram," ucap Anwar saat dihubungi pada Jumat, 3 April 2020.

    Sehingga Anwar menilai, sikap pemerintah yang melarang masyarakat untuk mudik di tengah wabah virus Corona, sudah tepat. "Bahkan, hukumnya adalah wajib karena kalau itu tidak dilarang maka bencana dan malapetaka yang lebih besar tentu bisa terjadi," kata dia.

    Lebih lanjut, sikap pemerintah itu telah sejalan dengan firman Allah SWT yang menyebut, 'Janganlah kamu menjatuhkan dirimu ke dalam kebinasaan.', serta juga sangat sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW yang melarang orang untuk masuk ke daerah yang sedang dilanda wabah dan atau keluar dari daerah tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.