Pesantren Tebuireng Pulangkan 4.000-an Santri untuk Cegah Corona

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Santri Pondok Pesantren Tebuireng di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, bersiap pulang ke daerah asal pada Jumat, 27 Maret 2020. Pengurus Pesantren Tebuireng memulangkan santri untuk meminimalkan risiko penularan Corona. (ANTARA Jatim/HO Pesantren Tebuireng)

    Santri Pondok Pesantren Tebuireng di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, bersiap pulang ke daerah asal pada Jumat, 27 Maret 2020. Pengurus Pesantren Tebuireng memulangkan santri untuk meminimalkan risiko penularan Corona. (ANTARA Jatim/HO Pesantren Tebuireng)

    TEMPO.CO, Jombang - Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur memulangkan para santri mereka ke daerah asal masing-masing untuk meminimalisir penyebaran virus Corona.

    "Kami sediakan 15 bus untuk kepulangan para santri di luar Jawa Timur. Di setiap bus juga disediakan pendamping dari pengurus pondok untuk memastikan mereka sampai tujuan," kata Azwani, pengurus Pondok Pesantren Tebuireng, Jumat, 27 Maret 2020.

    Santri yang dipulangkan menggunakan bus, kata dia, kebanyakan berasal dari luar Jawa Timur. Sebelum berangkat, bus-bus pengangkut santri disemprot cairan disinfektan. Petugas pesantren yang ditugasi mendampingi santri pulang juga sudah dibekali dengan cairan pembersih tangan serta obat-obatan untuk keperluan santri.

    Khusus untuk santri yang tinggal di wilayah Jawa Timur, orang tua mereka harus datang menjemput ke pondok pesantren. Pengurus pondok pesantren tidak mengizinkan santri naik angkutan umum sendiri. Pengurus pesantren ingin memastikan para santri aman dan selamat sampai tujuan.

    "Teman-teman santri yang wilayah Jatim, yang dekat-dekat dijemput oleh keluarga. Syarat wajib dijemput. Untuk yang mulai Jumat ini sampai Minggu untuk santri yang dari luar Provinsi Jatim ini kebanyakan santri dari Jawa Tengah, Jawa Barat, dan beberapa daerah lain. Yang Sumatera kemarin saja di Batam harus dikarantina," kata Azwani.

    Pondok Pesantren Tebuireng berkoordinasi dengan pondok pesantren lain di wilayah Kabupaten Jombang guna mencegah terjadinya kemacetan karena pemulangan santri secara bersamaan oleh beberapa pesantren.

    Pesantren Tebuireng menjadi tempat belajar bagi sekitar 4.000 santri putra dan putri. Menurut Azwani, kegiatan belajar mengajar di pondok pesantren akan dimulai kembali setelah wabah Corona berakhir.

    "Ini diliburkan mulai Rabu dan batas waktunya tidak ada. Untuk kembali ke pesantren, sudah ada grup WhatsApp khusus wali santri, jadi tanggal berapa santri kembali ke pesantren akan diinformasikan," kata dia.

    Pengurus Pondok Pesantren Tebuireng sudah mengerahkan petugas untuk membersihkan kompleks pesantren dan menyemprotkan disinfektan di kawasan pesantren.

    Makam di kawasan pondok pesantren yang biasanya dibuka untuk umum sampai sekarang masih di tutup. Pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy'ari, tokoh Nahdlatul Ulama KH Wahid Hasyim, mantan presiden KH Abdurrahman Wahid, dan pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng KH Sholahudin Wahid dimakamkan di lokasi tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara