Gugus Tugas Covid-19: Kita Butuh 1.500 Dokter dan 2.500 Perawat

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Gugus Tugas Pencegahan Pengendalian dan Penanganan virus COVID-19 Provinsi Kalsel Abdul Harris Makie (kanan) bersama Ketua Harian Gugus Tugas Pencegahan Pengendalian dan Penanganan virus COVID-19 Provinsi Kalsel Wahyuddin (kiri) mengecek bantuan alat kesehatan untuk penanganan COVID-19 di Gudang Logistik BPBD Provinsi Kalsel di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu 25 Maret 2020. Sebanyak 2 ribu bantuan alat kesehatan untuk penanganan COVID-19 telah diterima oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan selanjutnya akan didistribusikan ke rumah sakit rujukan di wilayah Kalimantan Selatan. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

    Ketua Gugus Tugas Pencegahan Pengendalian dan Penanganan virus COVID-19 Provinsi Kalsel Abdul Harris Makie (kanan) bersama Ketua Harian Gugus Tugas Pencegahan Pengendalian dan Penanganan virus COVID-19 Provinsi Kalsel Wahyuddin (kiri) mengecek bantuan alat kesehatan untuk penanganan COVID-19 di Gudang Logistik BPBD Provinsi Kalsel di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu 25 Maret 2020. Sebanyak 2 ribu bantuan alat kesehatan untuk penanganan COVID-19 telah diterima oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan selanjutnya akan didistribusikan ke rumah sakit rujukan di wilayah Kalimantan Selatan. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

    TEMPO.CO, Jakarta - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menyatakan membutuhkan 1.500 dokter dan 2.500 perawat untuk menangani pandemi virus Corona.

    “Kami dari gugus tugas sekali lagi memanggil para relawan untuk menjadi bagian dari pejuang kemanusiaan,” kata Koordinator Relawan Gugus Tugas Covid-19, Andre Rahadian di Gedung BNPB, Jakarta, Kamis, 26 Maret 2020.

    Andre merinci pemerintah membutuhkan dokter spesialis paru-paru, anestesi dan dokter umum, serta pranata laboratorium. Sementara selain perawat, pemerintah membutuhkan bagian administrasi rumah sakit hingga sopir ambulance.

    Untuk memenuhi kebutuhan itu, kata Andre, Gugus Tugas membuka penerimaan relawan untuk membantu menangani pandemi Corona. Pendaftaran dapat dilakukan melalui situs relawan.bnpb.go.id/covid19.

    “Ini semua kami panggil sebagai relawan untuk persiapan menghadap pandemik ini,” kata Andre.

    Menurut Andre, pihaknya telah menggandeng lembaga swadaya masyarakat, asosiasi dan perguruan tinggi untuk membantu menjadi relawan. Nantinya, para relawan dokter dan perawat akan berada di garis terdepan untuk menangani pasien Corona

    Sedangkan relawan mahasiswa akan diperbantukan untuk memberikan konsultasi medis hingga psikologi kepada masyarakat secara daring. “Teman mahasiswa akan menjadi lapis kedua untuk pencegahan,” kata Andre.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.