Pemerintah Beri Santunan Kematian Rp 15 Juta untuk Korban Corona

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis menggunakan pakaian pelindung saat mengontrol ruangan khusus untuk wabah Virus Corona di Ruangan Isolasi Infeksi Khusus Kemuning Rumah Sakit Dokter Hasan Sadikin (RSHS), di Bandung, Jawa Barat, Jumat, 24 Januari 2020. RSHS menyiapkan ruangan inap khusus dengan lima tempat tidur serta Tim Dokter dan petugas medis khusus yang siap siaga jika ada pasien suspek atau terinfeksi Virus Corona. ANTARA

    Petugas medis menggunakan pakaian pelindung saat mengontrol ruangan khusus untuk wabah Virus Corona di Ruangan Isolasi Infeksi Khusus Kemuning Rumah Sakit Dokter Hasan Sadikin (RSHS), di Bandung, Jawa Barat, Jumat, 24 Januari 2020. RSHS menyiapkan ruangan inap khusus dengan lima tempat tidur serta Tim Dokter dan petugas medis khusus yang siap siaga jika ada pasien suspek atau terinfeksi Virus Corona. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial Asep Sasa Purnama mengatakan pemerintah memberikan santunan kematian bagi ahli waris dari kalangan masyarakat miskin dan rentan yang keluarganya meninggal dunia akibat Covid-19 atau virus corona. Kebijakan ini pemerintah ambil untuk mengurangi beban keluarga yang ditinggalkan.

    "Kementerian Sosial memberikan santunan kematian kepada ahli waris sebesar Rp 15 juta rupiah per orang yang meninggal sebagai bentuk perhatian dan belasungkawa dari negara," katanya dalam konferensi pers yang ditayangkan di akun YouTube Badan Nasional Penanggulangan Bencana Indonesia, Selasa, 24 Maret 2020.

    Saat ini, kata Asep, pemerintah sedang menginventarisasi dan memverifikasi ahli waris yang keluarganya meninggal akibat virus corona. Selain santunan kematian, Kementerian Sosial mengeluarkan sejumlah kebijakan lain untuk membantu masyarakat miskin dan rentan di masa darurat wabah corona ini.

    Pertama, pemerintah meningkatkan nilai bantuan program sembako yang menyasar 15, 2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Bila semula Rp 150 ribu per bulan per KPM, kini menjadi Rp 200 ribu per bulan per KPM dan berlaku selama 6 bulan sejak Maret hingga Agustus 2020.

    Kedua, Kementerian Sosial mempercepat penyaluran bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) bagi 10 juta KPM. Bila penyaluran tahap kedua yang seharusnya berlangsung bulan depan dilakukan pertengahan Maret. Adapun tahap ketiga yang seharusnya disalurkan pada Juli dimajukan ke April.

    "Dan disalurkan perbulan, yang semula penyaluran tiga bulan. Sehingga di masa darurat KPM PKH dapat manfaat ganda," ucap Asep.

    Ketiga, Kementerian Sosial menyiapkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang bisa digunakan oleh kepala daerah yang terdampak Covid-19. Hal ini agar kebutuhan pangan keluarga miskin dan rentan yang mengalami kesulitan dalam memenuhi nafkah tetap terpenuhi

    "Kemensos telah mengirim surat edaran ke para gubernur, bupati, wali kota, untuk menggunakan CBP sesuai kewenangan dan apabila kurang bisa mengusulkan tambahannya ke Menteri Sosial Republik Indonesia," katanya

    Terakhir, kata Asep, pihaknya memberikan dukungan terhadap gugus tugas untuk membantu kebutuhan alat pelindung diri bagi masyarakat dan petugas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.