Mahfud MD: Lockdown Tak Manusiawi dan Tak Efektif

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD melakukan tanya jawab dengan awak media di kantornya, Jakarta, 25 Februari 2020. Tempo/Friski Riana

    Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD melakukan tanya jawab dengan awak media di kantornya, Jakarta, 25 Februari 2020. Tempo/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan HAM Mahfud MD mengatakan Indonesia tidak memilih lockdown namun social distancing karena pilihan pertama dianggap tidak manusiawi dan tidak efektif. Ia mengambil contoh lockdown yang diberlakukan di Italia yang menurut dia tidak memecahkan persoalan.

    Mahfud mengatakan di Italia semenjak diterapkan lockdown, masih banyak korban yang berjatuhan karena masyarakatnya tidak disiplin. Ia menyebut hingga kemarin hampir 800 orang yang meninggal pasca lockdown.

    "Sehingga lockdown itu pun di samping juga agak kurang manusiawi itu juga ternyata tidak efektif di Italia," kata Mahfud dalam konferensi pers melalui siaran online bersama wartawan, Senin 23 Maret 2020.

    Pilihan lain, kata Mahfud, ada herd immunity seperti yang dilakukan di Inggris. Pada opsi ini orang-orang dibiarkan melakukan pertaruhan imunitas. Opsi ini pun, menurut dia, tidak manusiawi karena masyarakat diminta untuk mencari keselamatan sendiri-sendiri.

    Karena itu, Mahfud mengatakan Indonesia memilih social distancing. "Itu yang ditempuh oleh pemerintah agar melakukan hubungan-hubungan dengan orang lain itu dihindari kalau tidak sangat penting. Kalau sangat penting, jaraknya diatur satu meter dan membersihkan diri," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.