Kasus Positif Corona di Jawa Barat 26 Orang, Salah Satunya ASN

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melakukan telekonferens bersama kepala daerah di command center Pikobar (Pusat Infromasi & Koordinasi Jawa Barat) Covid-19 di Bandung, Jawa Barat, Senin, 16 Maret 2020. Ridwan Kamil dinyatakan negatif Corona setelah menjalani pemeriksaan. Ia diperiksa setelah pada 1 Maret lalu menjalani kegiatan bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang kini telah dinyatakan positif Covid-19. TEMPO/Prima Mulia

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melakukan telekonferens bersama kepala daerah di command center Pikobar (Pusat Infromasi & Koordinasi Jawa Barat) Covid-19 di Bandung, Jawa Barat, Senin, 16 Maret 2020. Ridwan Kamil dinyatakan negatif Corona setelah menjalani pemeriksaan. Ia diperiksa setelah pada 1 Maret lalu menjalani kegiatan bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang kini telah dinyatakan positif Covid-19. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Sekretaris Daerah Jawa Barat Setiawan Wangsatmaja mengatakan di wilayahnya tercatat sudah ada 26 kasus positif Corona.

    “Dari 26 ini, yang sembuh 3 orang, yang meninggal 2 orang, kurang lebih seperti itu,” kata Setiawan dalam konferensi pers di Gedung Sate, Bandung, Kamis, 19 Maret 2020.

    Setiawan mengatakan jumlah tersebut termasuk tambahan empat orang kasus baru positif Corona yang terkonfirmasi hari ini. Penambahan kasus baru tersebut diantaranya berasal dari Kota Bandung. “Dari Bandung, kemudian dari luar Bandung,” kata dia.

    Diantara penambahan jumlah kasus tersebut, Setiawan membenarkan ada ASN Pemprov Jawa Barat yang tercatat sebagai pasien positif Corona. Kasus itu ditemukan lewat proaktif tes yang dilakukan oleh Pemprov Jabar. “Saat ini memang sudah dirawat di Hasan Sadikin (RSHS Bandung),” ujarnya.

    Pemerintah pun telah melakukan tracing atau penelusuran atas klaster ASN pertama di Jawa Barat itu. Sejumlah langkah antisipasi untuk menekan resiko penyebarannya sudah dilakukan. "Kita harus lakukan disinfektan di sana (kantor ASN tersebut). Dan kami sudah lakukan, dikoordinasi dengan Dinas Kesehatan,” kata Setiawan.

    Sementara itu, per hari ini, Kamis, 19 Maret 2020, jumlah kasus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di seluruh Jawa Barat mencapai 132 orang. “Yang sudah selesai 49 orang. Dan yang masih dalam pengawasan 83 orang,” kata Setiawan.

    Sementara untuk kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP) di seluruh Jawa Barat menembus 1.412 orang. “ODP total 1.412 orang. Lalu yang telah diselesaikan 594 orang. Dan masih dalam pemantauan kurang lebih 816 orang,” ujarnya.

    Selain itu, Setiawan mengatakan sejumlah penelusuran untuk kasus spesifik masih dilakukan. Diantaranya kasus peserta tabligh akbar di Malaysia asal Jawa Barat serta peserta seminar di Sentul, Kabupaten Bogor.

    “Dan kami melihat ini potensi yang harus tuntas untuk kita lakukan. Dan beberapa yang sudah terlacak itu lah yang diprioritaskan untuk dilakukan tes,” kata Setiawan. Namun dia tidak merinci lebih lanjut.

    Situs Pusat Informasi Covid-19 Jawa Barat (Pikobar) untuk pembaruan hari ini pukul 17.30 WIB, masih mencatat jumlah kasus positif Covid-19 di Jawa Barat 22 orang. Dari jumlah itu, tiga orang dinyatakan sembuh dan tiga orang meninggal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.