Pasien Diduga Terinfeksi Corona di Bima Meninggal

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memindahkan mobil ambulans di samping ruang isolasi RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Kamis, 5 Maret 2020. Ada 2 pasien positif corona yang masih dirawat di RSPI Prof Dr Sulianti Saroso. ANTARA

    Petugas memindahkan mobil ambulans di samping ruang isolasi RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Kamis, 5 Maret 2020. Ada 2 pasien positif corona yang masih dirawat di RSPI Prof Dr Sulianti Saroso. ANTARA

    TEMPO.CO, Bima - Seorang pasien yang diduga terinfeksi virus corona meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima, Rabu malam, 18 Maret 2020. Sekretaris RSUD Bima, Soeharto, mengungkapkan, pasien itu masuk ke RSUD Bima pada Selasa, 17 Maret 2020.

    "Saat dirawat di ruang isolasi yang ada di bangunan VIP A yang baru, gejala sakit yang dialami pasien ini persis dengan pasien yang terdiagnosa corona," kata Soeharto di RSUD Bima, Kamis, 19 Maret 2020.

    Pasien tersebut, kata Soeharto, mengalami sakit flu, demam, pegal-pegal sampai keadaan badannya drop. Melihat gejala tersebut, pasien langsung dirawat di ruang isolasi dengan perlakukan yang khusus.

    Pasien ini diduga mengalami terinfeksi corona setelah pulang dari Jakarta. Asal pasien ini dari Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima. Saat ini, jenazahnya sedang ditangani secara khusus seperti pasien yang positif corona, untuk mencegah penyebaran virus tersebut.

    "Kami memperlakukan pasien ini seperti pasien yang positif corona dan dilakukan kewaspadaan dini serta khusus dalam menanganinya, seperti memandikan dan menguburkannya," ujar Soeharto.

    Ia menegaskan, pasien ini statusnya masih terduga terjangkit corona. Sebab, untuk mengetahui positif dan tidaknya seorang pasien harus menunggu hasil tes yang dilakukan di Jakarta yang memakan waktu hingga sepekan lamanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.