Penambahan 55 Kasus Positif Corona, Jakarta Masih Terbanyak

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengantre untuk melakukan tes corona atau COVID-19 di Poli Khusus Corona RSUA, Surabaya, Senin, 16 Maret 2020. Poli Khusus Corona dibuka pukul 08.00-20.00 WIB dengan batas jumlah pasien 100 orang per harinya, sebagai upaya mengoptimalkan layananan kepada masyarakat.. ANTARA/Moch Asim

    Warga mengantre untuk melakukan tes corona atau COVID-19 di Poli Khusus Corona RSUA, Surabaya, Senin, 16 Maret 2020. Poli Khusus Corona dibuka pukul 08.00-20.00 WIB dengan batas jumlah pasien 100 orang per harinya, sebagai upaya mengoptimalkan layananan kepada masyarakat.. ANTARA/Moch Asim

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan virus Corona atau COVID-19, Achmad Yurianto mengatakan telah terjadi penambahan 55 kasus positif Corona baru di Indonesia per Rabu, 18 Maret 2020. Angka ini membuat total keseluruhan kasus melonjak menjadi 227 kasus.

    "Ada tambahan 55 kasus positif. Sehingga total seluruh sampai sekarang pada pukul 12.00 adalah 227 kasus positif," ujar Yurianto di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Rabu, 18 Maret 2020.

    Yurianto mengatakan penambahan ini berasal dari 9 daerah. Namun yang paling banyak, muncul dari Jakarta dengan 30 kasus baru. Kasus terbanyak selanjutnya adalah dari Jawa Barat dengan 12 kasus. Diikuti Banten dengan empat kasus dan Jawa Tengah dua kasus.

    Daerah lain yang melaporkan adanya satu pasien positif adalah Daerah Istimewa Yogyakarta, Sumatera Utara, Lampung, Riau dan Kalimantan Timur. Seluruh daerah itu total menyambang 53 kasus. Dua kasus tambahan, kata Yurianto, berasal dari studi epidemiologi yang dilakukan Kementerian Kesehatan.

    "Lewat epilomodoigi yang kita lakukan, ini bukan pasien rumah sakit yang kita periksa, dari sini kita temukan dua kasus positif," kata Yurianto.

    Angka ini melonjak jauh dari jumlah hari sebelumnya yang hanya 172 kasus. Yurianto mengatakan penambahan ini merupakan hal yang wajar karena saat ini pemerintah tengah gencar-gencarnya melakukan tracing atau pelacakan di masyarakat.

    Selain itu, kesadaran masyarakat untuk melapor dan memeriksakan diri terkait Covid-19 pun semakin besar. "Ini tantangan kita bersama. Sarana fasilitas untuk masyarakat bisa tahu (hasil pemeriksaannya) lewat laboratorium harus ditingkatkan," kata Yurianto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.