Solo KLB Corona, Gibran Jokowi Hentikan Blusukan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bakal calon Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, membagikan buku kepada anak-anak saat mengunjungi Pasar Burung Depok, Surakarta, Jawa Tengah, Jumat, 21 Februari 2020. Selain melakukan dialog, Gibran juga memenuhi permintaan swafoto dari sejumlah pengunjung dan pedagang. Tempo/Bram Selo Agung Mardika

    Bakal calon Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, membagikan buku kepada anak-anak saat mengunjungi Pasar Burung Depok, Surakarta, Jawa Tengah, Jumat, 21 Februari 2020. Selain melakukan dialog, Gibran juga memenuhi permintaan swafoto dari sejumlah pengunjung dan pedagang. Tempo/Bram Selo Agung Mardika

    TEMPO.CO, Solo - Anak Sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming memilih menghentikan kegiatan blusukan yang sering dilakukannya beberapa bulan terakhir. Keputusan itu dibuat mengingat Solo kini menetapkan status kejadian luar biasa atau KLB Corona.

    "Saya sudah menghentikan semua kegiatan sejak tanggal 15 Maret," kata Gibran, Rabu, 18 Maret 2020. Hal itu dilakukan untuk membatasi potensi penyebaran virus Corona.

    Menurut Gibran, dia menghentikan kegiatannya lantaran Solo telah ditetapkan sebagai KLB Corona. Pemerintah Kota Surakarta mengimbau masyarakat untuk tidak menggelar acara yang berpotensi mendatangkan massa. "Sesuai kebijakan Pak Wali Kota," kata dia.

    Penghentian kegiatan blusukan itu, menurut Gibran, bisa terlihat melalui akun media sosial yang dimilikinya. Selama ini, bakal calon wali kota Surakarta itu selalu mengunggah kegiatannya di akun Instagramnya @gibran_rakabuming.

    "Semua informasi di akun media sosial saya adalah arsip kegiatan," kata Gibran. Di akun itu, Gibran terakhir kali mengunggah kegiatannya pada 10 Maret lalu. Saat itu, dia blusukan dan bertemu warga di daerah Todipan, Laweyan.

    Kota Solo ditetapkan sebagai KLB virus Corona sejak akhir pekan lalu. Solo menjadi kota pertama yang memutuskan meliburkan sekolah serta menutup tempat wisata hingga mencabut izin keramaian.

    Status itu ditetapkan usai dua warga positif mengidap virus berbahaya itu. Satu diantaranya bahkan meninggal dunia. Status KLB Corona ini baru akan dievaluasi dua pekan kemudian.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara