Setelah Diamond Princess, Kru Grand Prince Bakal Dievakuasi

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • WNI ABK Diamond Princess berjalan setibanya di Pulau Sebaru Kecil untuk diobservasi di Kepulauan Seribu, Jakarta, Kamis 5 Maret 2020. Sebanyak 68 WNI ABK Diamond Princess akan menjalani observasi di Pulau Sebaru Kecil, sementara satu orang masih harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    WNI ABK Diamond Princess berjalan setibanya di Pulau Sebaru Kecil untuk diobservasi di Kepulauan Seribu, Jakarta, Kamis 5 Maret 2020. Sebanyak 68 WNI ABK Diamond Princess akan menjalani observasi di Pulau Sebaru Kecil, sementara satu orang masih harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Usai misi evakuasi awak kapal Diamond Princess dan World Dream tuntas, pemerintah akan melanjutkan evakuasi 57 warga negara Indonesia (WNI) ABK Grand Prince di Amerika Serikat.

    "Kami siap hadapi misi kedua, yaitu ABK Kapal Grand Prince yang di Amerika yang akan dipulangkan ke Indonesia," ujar Juru Bicara untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Ahad, 15 Maret 2020.

    Yuri mengatakan, 57 ABK tersebut diperkirakan akan tiba di Tanah Air pada Senin pekan depan. Mereka akan langsung dibawa ke Pulau Natuna untuk menjalani masa observasi. "Ini yang jadi pekerjaan kami berikutnya," ujar dia.

    Sebelumnya, pemerintah juga telah mengevakuasi WNI ABK World Dream dan Diamond Princess. Per hari ini, awak dua kapal pesiar ini telah rampung menjalani observasi virus Corona di Pulau Sebaru kecil, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

    "Sembilan ABK yang dari Diamond Princess yang sempat positif Covid-19 dan dirawat di Jepang juga sudah sembuh semuanya. Hari ini semua pulang bersama-sama ke Indonesia," ujar Yurianto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.