Tangani KLB DBD di Sikka, Terawan Kirim Tim Medis dari Jakarta

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memberikan penanganan medis kepada pasien penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Rumah Sakit Umum Daerah Simpang Lima Gumul, Kediri, Jawa Timur, Senin 28 Januari 2019. Data dari Dinas Kesehatan setempat menyatakan penderita DBD terus meningkat yang mengakibatkan dua belas orang meninggal dunia dalam kurun waktu tiga pekan terakhir. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani

    Petugas memberikan penanganan medis kepada pasien penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Rumah Sakit Umum Daerah Simpang Lima Gumul, Kediri, Jawa Timur, Senin 28 Januari 2019. Data dari Dinas Kesehatan setempat menyatakan penderita DBD terus meningkat yang mengakibatkan dua belas orang meninggal dunia dalam kurun waktu tiga pekan terakhir. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Terawan Agus Purtanto akan mengirim tim medis dari Jakarta untuk membantu menangani kejadian luar biasa penyakit Demam Berdarah Dengue atau DBD di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

    "Dengan jumlah dokter yang terbatas di Sikka jelas tidak memungkinkan untuk penanganan DBD, karena itu saya tadi sudah membawa tim dokter dan juga perawat dari Jakarta," kata Terawan usai melakukan kunjungan ke Sikka, Senin, 9 Maret 2020.

    Terawan menyebut kasus DBD di Sikka cukup tinggi hingga mencapai 1.190 kasus dengan jumlah korban meninggal 13 orang sampai Senin kemarin. Jumlah pasien yang tengah dirawat pun mencapai lebih dari 150 orang.

    Selain mengirim tim medis, Terawan menyerahkan perbekalan dan obat-obatan untuk mendukung pekerjaan tersebut. "Karena nomor satu yang harus saya lakukan adalah menyelamatkan masyarakat dulu, terlebih ini juga adalah amanat dan perintah bapak Presiden untuk menolong masyarakat NTT khususnya yang paling banyak kejadian dan angka kematian di mana, itu di selesaikan dulu," kata dia 

    Dari hasil kunjungannya, Terawan menyebut penanganan kasus DBD di Sikka sudah sangat baik. Bahkan tenaga medis setempat juga sampai ada yang terkena DBD. "Itu artinya mereka (tenaga medis) berjuang, pagi siang malam karena kelelahan. Karena itu dengan didorong tambahan tenaga dari TNI dan sipil dan mereka sekarang tinggal di sana, mudah-mudahan bisa mengatasi kejadian luar biasa ini dengan baik," kata Terawan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara