Polisi Menangkap Penyebar Hoaks Virus Corona di Surabaya

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis beraktivitas di luar Ruang Isolasi Khusus (RIK) yang merawat pasien WNA asal China di RSUD dr Soetomo, Surabaya, Jawa Timur, Senin, 27 Januari 2020. Meski hasil pemeriksaan sementara terhadap pasien WNA China yang dirawat di RIK tersebut mengindikasikan bukan akibat terjangkit virus corona, namun tim dokter RSUD dr Soetomo melakukan pemeriksaan laboratorium lanjutan guna meningkatkan kewaspadaan dan kepastian tentang kondisi pasien. ANTARA

    Petugas medis beraktivitas di luar Ruang Isolasi Khusus (RIK) yang merawat pasien WNA asal China di RSUD dr Soetomo, Surabaya, Jawa Timur, Senin, 27 Januari 2020. Meski hasil pemeriksaan sementara terhadap pasien WNA China yang dirawat di RIK tersebut mengindikasikan bukan akibat terjangkit virus corona, namun tim dokter RSUD dr Soetomo melakukan pemeriksaan laboratorium lanjutan guna meningkatkan kewaspadaan dan kepastian tentang kondisi pasien. ANTARA

    TEMPO.CO, Surabaya- Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jawa Timur menangkap seorang perempuan berinisial NF, 26 tahun. Warga Wonokusumo, Surabaya, itu ditangkap karena menyebarkan berita bohong atau hoaks terkait virus corona (Covid-19-19) di media sosial.

    "Tersangka menyebarkan pasien sakit paru-paru yang dievakuasi di RSUD dr. Soetomo beberapa waktu lalu sebagai suspect Covid-19," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Timur Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko, Senin, 9 Maret 2020.

    Menurut Trunoyudo, akibat informasi bohong yang disebarkan tersangka di akun Facebook-nya itu, warga net atau netizen, khususnya warga Surabaya resah. "Saya imbau kepada masyarakat Indonesia, khususnya Surabaya, agar tidak menyebarkan  hoaks," ujar dia.

    Kepada wartawan, tersangka mengaku menyesal dan menyatakan minta maaf telah menyebarkan berita bohong tersebut. Dia mengaku mendapat informasi soal pasien suspect virus corona di RSUD dr. Soetomo dari grup WhastApp wali murid. "Cuma untuk mengingatkan," katanya.

    Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 28 ayat (1) UU ITE dengan ancaman hukuman enam tahun penjara atau denda Rp 1 miliar. Kendati ancaman lebih dari lima tahun, polisi tidak menahan tersangka karena masih mendalami kasus tersebut.

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.