13 Kasus Baru Positif Virus Corona, Total Ada 19 Kasus

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru bicara informasi wabah COVID-19 dr. Achmad Yurianto saat memberikan keterangan pers terkait penanganan wabah COVID-19 di Kantor Staf Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis 5 Maret 2020. TEMPO/Subekti.

    Juru bicara informasi wabah COVID-19 dr. Achmad Yurianto saat memberikan keterangan pers terkait penanganan wabah COVID-19 di Kantor Staf Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis 5 Maret 2020. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah mengumumkan 13 kasus baru positif virus corona di Indonesia pada Senin, 9 Maret 2020. Sebelumnya, pemerintah sudah mengumumkan 6 kasus.

    "Sehingga, total saat ini sudah ada 19 kasus positif Covid-1 di Indonesia," ujar Juru bicara penanganan wabah virus Corona, Achmad Yurianto di Kantor Presiden, Jakarta pada Senin, 9 Maret 2020.

    Rinciannya, kata Yuri, identifikasi kasus 07 yakni perempuan 59 tahun. "Kondisinya nampak sakit ringan-sedang, beliau baru kembali dari luar negeri, dilakukan pemeriksaan dengan PCR empat hari lalu, hasilnya positif sebagai kasus nomor 07," ujar Yuri.

    Selanjutnya pasien 08, laki-laki 56 tahun. Pasien ini tertular oleh pasien 07 karena memang suami-istri. Kondisinya sekarang menggunakan beberapa peralatan infus, oksigen, karena sebelum kontak sudah punya riwayat sakit diabetes. "Setelah terpapar, kondisinya sakit sedang," ujar Yuri.

    Kasus berikutnya kasus 09, perempuan 55 tahun. Kondisi sekarang sakit ringan-sedang. Pasien ini juga imported case, datang dari luar negeri. "Berikutnya, pasien nomor 10, laki-laki 29 tahun WNA, dalam kondisi sakit ringan-sedang. Ini bagian tracing kasus 01," ujar dia.

    Selanjutnya kasus nomor 11, WNA, perempuan 54 tahun. Ini juga bagian tracing kasus 01. Kemudian, kasus nomor 12, laki-laki 31 tahun, sakit ringan-sedang, juga hasil tracing dari kasus 01. Selanjutnya, pasien identifikasi nomor 13. Perempuan 16 tahun, ini juga tracing sub klaster pasien nomor 03.

    "Selanjutnya pasien dengan identifikasi 14, laki-laki 50 tahun, imported kasus. Saya lanjutkan lagi, pasien nomor 15, perempuan 43 tahun. Ini juga imported kasus. Nomor 16, perempuan 17 tahun, ini terkait dengan pasien nomor 15," ujar Yuri.

    Selanjutnya, pasien nomor 17, laki-laki 56 tahun, juga imported kasus. "Pasien nomor 18, laki-laki 55 tahun juga imported case. Terakhir, pasien nomor 19, laki-laki 40 tahun, ini juga imported case," ujar Yuri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.