Peringatan Hari Perempuan Sedunia, Massa Jalan Kaki ke Istana

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa buruh perempuan melakukan aksi di depan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Jakarta, Jumat, 6 Maret 2020. Dalam aksi ini para buruh menyampaikan penolakan terhadap Omnibus Law sekaligus memperingati Hari Perempuan Sedunia 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Massa buruh perempuan melakukan aksi di depan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Jakarta, Jumat, 6 Maret 2020. Dalam aksi ini para buruh menyampaikan penolakan terhadap Omnibus Law sekaligus memperingati Hari Perempuan Sedunia 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah besar massa mulai berkumpul di depan kantor Badan Pengawas Pemilu, Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat untuk mengikuti aksi Hari Perempuan Sedunia 2020. Koordinator Gerak Perempuan untuk peringatan Hari Perempuan Sedunia 2020, Lini Zurlia mengatakan massa aksi akan berjalan kaki menuju Istana Negara mulai pukul 11.00 WIB setelah hari bebas berkendara atau car free day rampung.

    Ada beberapa pemberhentian, yakni kantor ILO, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, baru Istana. "Saat ini kami baru berkumpul saja sambil menunggu yang lain," kata Lini di lokasi, Ahad, 8 Maret 2020.

    Sebuah spanduk bertuliskan "Perempuan Dilecehkan, Direndahkan, Diperkosa, LAWAN!" sudah terpasang di Halte Transjakarta Sarinah. Massa juga membawa poster-poster seruan masing-masing, mulai dari pernyataan sikap mencintai tubuh hingga desakan agar pemerintah meratifikasi Konvensi Organisasi Perburuhan Dunia.

    Lini mengatakan, perempuan-perempuan dari organisasi buruh dari luar Jakarta seperti Tangerang dan Bekasi juga akan bergabung dalam acara ini. Merujuk aksi Hari Perempuan Internasional tahun lalu, kata Lini, peserta aksi bisa mencapai 5-6 ribu orang.

    Lini mengatakan aksi Hari Perempuan Sedunia juga menyoroti pentingnya perubahan sistemik untuk menghapuskan kekerasan terhadap perempuan. "Kekerasan terhadap perempuan itu sistemik dan kita membutuhkan upaya perlawanan yang sistemik juga, karena kita ingin perubahan yang sistemik. Itu yang kami highlight."

    Ada enam tuntutan massa aksi Gerak Perempuan dalam Hari Perempuan Sedunia 2020 ini, yakni:
    1. Tuntaskan kasus kekerasan terhadap perempuan
    2. Bangun sistem perlindungan komprehensif bagi perempuan
    3. Cabut kebijakan diskriminatif gender
    4. Sahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual dan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
    5. Tolak omnibus law, RKUHP, RUU Ketahanan Keluarga
    6. Hentikan agenda pembangunan yang berpihak pada investor


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.