Mahasiswa dan Buruh Peringati Hari Perempuan Sedunia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Bandung:Puluhan mahasiswa dan buruh yang tergabung dalam Front Mahasiswa Nasional berunjuk rasa memperingati Hari Perempuan Internasional yang akan jatuh pada Sabtu (8/3).Mereka mengimbau perempuan buruh dan tani untuk bangkit berorganisasi dan berjuang untuk mendapatkan hak-hak sosial, ekonomi dan politik yang selama ini terpasung. Mereka juga menuntut pemerintah menciptakan kebijakan upah yang layak untuk buruh, reformasi tanah untuk rakyat, dan menaikkan subsidi kesehatan."Kami juga menuntut pemerintah untuk menurunkan harga sembako sekarang juga," kata koordinator unjuk rasa, Dewi, di Gedung Sate Bandung, Kamis (6/3).Menurut Dewi, lebih 50 persen perempuan di Indonesia adalah kaum tani dan buruh miskin yang masih dihisap oleh tekanan sosial feodal. Sebagian besar buruh perempuan hanya mendapat upah dua pertiga dari upah buruh laki-laki.Kenyataan yang diskriminatif ini, kata dia, dikuatkan dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 4 Tahun 1988. Menurut peraturan itu, perempuan tidak mendapatkan hak atas tunjangan kesehatan bila suami sudah mendapat hak serupa. "Perempuan Indonesia masih dinomorduakan secara politik dan subordinasi secara budaya," katanya.ERICK P. HARDI

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.