Cara Jitu Risma Antisipasi Wabah Virus Corona

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang berada di atas kendaraan tempur menyapa warga ketika melintasi Gedung Negara Grahadi saat Parade Juang Surabaya, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu 9 November 2019. Parade tersebut digelar dalam rangka menyambut Hari Pahlawan. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

    Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang berada di atas kendaraan tempur menyapa warga ketika melintasi Gedung Negara Grahadi saat Parade Juang Surabaya, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu 9 November 2019. Parade tersebut digelar dalam rangka menyambut Hari Pahlawan. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sudah mengantisipasi jauh hari penyebaran virus Corona di wilayahnya.

    Sebelum banyak orang menyadari serangan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) atau virus Corona, Risma sudah lebih dahulu memprediksi.

    Dia melakukan sejumlah kebijakan yang menuai hasilnya saat ini ketika memasuki wabah Corona gelombang 2 secara global.

    Ribut-ribut kekurangan masker dan hand sanitizer di semua kota besar akibat aksi borong spekulan tak terjadi di Kota Surabaya. 

    Berikut ini tiga tindakan kreatif Wali Kota Risma dalam melawan penyebaran virus Corona:

    1. Memenuhi stok masker
    Risma membeli masker dalam jumlah besar sejak awal tahun ini Menurut dia, pemerintah daerah melakukan itu untuk kepentingan masyarakat.

    "Saya sudah perintahkan menjaga stok masker sejak Januari lalu," katanya di Solo pada Rabu lalu, 4 Maret 2020.

    Upaya untuk menjaga stok masker bukan kali ini saja terjadi. Risma pernah melakukannya menjelang Gunung Kelud meletus.

    "Saat ada ramalan gunung meletus, saya juga perintahkan untuk stok masker," ujarnya.

    2. Perbanyak sarung tangan dan baju medis
    Wali Kota Risma juga meminta anak buahnya menyiapkan cadangan perlengkapan pendukung untuk tenaga medis, seperti sarung tangan dan baju medis, di fasilitas-fasilitas kesehatan.

    "Baju yang seperti astronot itu lo. Jadi bukan hanya masker saja."

    Risma menyatakan tidak ingat jumlah peralatan yang dibeli. Dia menyebut stok itu dikeluarkan pada saat masyarakat membutuhkan.

    "Saat ini stok kami simpan di kantor-kantor kelurahan, sebagian juga sudah dibagikan secara gratis kepada masyarakat," katanya.

    3. Melarang penumpang Kapal Pesiar Viking Sun turun di Surabaya
    Risma melarang penumpang Viking Sun ngelencer di Surabaya lantaran ada dua penumpang yang menjadi suspect Covid-19.

    Kapal dengan penumpang dari berbagai negara itu sedianya bersandar di Surabaya seusai melakukan perjalanan dari Labuan Bajo.

    Penolakan tersebut berdasarkan hasil konsultasi dengan beberapa pihak, termasuk Rumah Sakit Universitas Airlangga.

    Sebelumnya, Risma meminta semua penumpang Viking menjalani pemeriksaan sebelum bersandar di Surabaya. Hasilnya, dua penumpang diduga terpapar virus Corona.

    Risma lalu menerbitkan surat penolakan yang ditujukan kepada Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Instansi itu yang berwenang mengawasi kesehatan kawasan pelabuhan.

    Surat itu dikirim pada saat Risma masih di Solo. "Tandatangannya (saya) elektronik," ucapnya.

    Saat ini Pemerintah Kota Surabaya masih menunggu informasi lebih lanjut dari KKP.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.