Mabes Polri: Penimbun Masker dan Sembako Diancam 5 Tahun Penjara

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita memakai masker. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita memakai masker. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian RI menyatakan bakal tegas menindak para penimbun masker, cairan pembersih tangan (hand sanitizer), dan sembako di tengah serangan virus Corona.

    Tindakan tegas terhadap penimbun masker adalah pelaksanaan perintah Presiden Jokowi kepada Kepala Polri Jenderal Idham Aziz pada Rabu lalu, 4 Maret 2020.

    "Termasuk di dalamnya para pelaku yang dengan sengaja mencari keuntungan lebih besar menaikkan harga dengan sangat tinggi," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Komisaris Besar Asep Adi Saputra hari ini, Kamis, 5 Maret 2020.

    Menurut Asep, larangan menimbun sembako atau barang yang penting diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

    Pasal 107 undang-undang tersebut menyatakan bahwa bagi pelaku usaha yang menyimpan barang kebutuhan pokok atau barang penting dalam jumlah dan waktu tertentu pada saat terjadi kelangkaan barang, gejolak harga, atau hambatan lalu lintas perdagangan barang, maka akan diancam hukuman pidana.

    "Apabila terbukti (pelakju penimbun masker) maka ancaman lima tahun penjara dan denda Rp 50 miliar," ucap Asep.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.