Jokowi Minta Kapolri Tindak Tegas Pelaku Penimbun Masker

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo menyampaikan konferensi pers terkait virus corona di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 2 Maret 2020. Presiden menyatakan 2 orang WNI yaitu seorang ibu dan anak di Indonesia telah positif terkena corona setelah berinteraksi dengan Warga Negara Jepang yang berkunjung ke Indonesia. ANTARA

    Presiden Joko Widodo menyampaikan konferensi pers terkait virus corona di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 2 Maret 2020. Presiden menyatakan 2 orang WNI yaitu seorang ibu dan anak di Indonesia telah positif terkena corona setelah berinteraksi dengan Warga Negara Jepang yang berkunjung ke Indonesia. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta Kapolri Jenderal Idham Azis menindak tegas para peritel 'nakal' yang sengaja menimbun masker untuk kemudian menjualnya dengan harga tinggi.

    "Saya minta Kapolri menindak tegas pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab terutama yang menimbun masker dan kemudian menjualnya kembali dengan harga yang sangat tinggi," ujar Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta pada Selasa, 3 Maret 2020.

    Pasca Jokowi mengumumkan dua kasus pertama positif virus Corona atau COVID-19, terjadi kelangkaan masker di pasaran yang menyebabkan harga melambung tinggi. Di sentra alat kesehatan di Jakarta, yakni di Pasar Pramuka, harga masker terpantau sudah meroket berkali-kali lipat sedari awal bulan.

    Harga satu kotak masker yang biasa dijual Rp 25 ribu, bisa melonjak hingga Rp 250 ribu. Sedangkan masker N95, satu kotaknya bisa dijual sampai Rp 1 jutaan.

    Komisi Pengawas Persaingan Usaha atau KPPU telah melakukan investigasi terkait kelangkaan masker ini. Temuan itu akan dilaporkan pada hari ini, Selasa, 3 Maret 2020. "Akan kami sampaikan nanti sore," ujar Juru Bicara sekaligus Komisioner KPPU Guntur Saragih dalam pesan pendek kepada Tempo, Selasa pagi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.