Peran Aktif Kimia Farma Cegah Penyebaran Virus Corona

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Apotek Kimia Farma di Menteng Huis, Cikini, Jakarta Pusat, menjual masker dengan harga Rp 2.000 per pieces (maksimal pembelian 2 pieces per orang per hari) di tengah meroketnya harga masker di pasaran. Rabu, 4 Maret 2020. Tempo/Fajar Pebrianto

    Apotek Kimia Farma di Menteng Huis, Cikini, Jakarta Pusat, menjual masker dengan harga Rp 2.000 per pieces (maksimal pembelian 2 pieces per orang per hari) di tengah meroketnya harga masker di pasaran. Rabu, 4 Maret 2020. Tempo/Fajar Pebrianto

    INFO NASIONAL — PT Kimia Farma Tbk (Kimia Farma), sebagai salah satu BUMN Farmasi, terus berupaya membantu pemerintah dalam mencegah dan menanggulangi penyebaran Coronavirus Disease–19 (Covid–19) dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Langkah ini sudah dilakukan dalam kurun waktu tiga bulan terakhir sejak Covid–19 mulai merebak di Tiongkok, dan saat ini sudah mulai menyebar ke beberapa negara termasuk di Indonesia.

    Menteri BUMN, Erick Thohir, meyakini BUMN Farmasi siap menghadapi virus Corona ini. "Insyaallah alat-alat kesehatan aman. Jadi, tidak perlu cemas dan panik, sebab kecemasan dan panik berlebihan tidak menjawab persoalan. Yang jelas, pemerintah serius melindungi masyarakat,” katanya.

    Para apoteker dan dokter yang ada di 1.300 apotek, 600 klinik dan laboratorium klinik yang tersebar di seluruh Indonesia, secara pro aktif juga terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada seluruh pelanggan dan masyarakat dalam upaya pencegahan penyebaran Covid–19.

    “Selain itu, juga memasang banner tentang upaya pencegahan penyebaran Covid–19 ini,” ujar Verdi Budidarmo, Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk.

    Verdi menyampaikan pentingnya menjaga kesehatan dengan membiasakan diri dengan pola hidup sehat. Yaitu, dengan melakukan olahraga secara rutin dan teratur, mengkonsumsi makanan yang bergizi lengkap, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, rajin mencuci tangan dengan sabun, serta mengkonsumsi vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh, serta beristirahat yang cukup.

    “Sesuai dengan arahan dari Kementerian Kesehatan bahwa perihal informasi dan pemberitaan tentang virus Corona, seluruhnya melalui Kementerian Kesehatan. Kementerian Kesehatan sudah memiliki data perihal stok obat seluruh industri farmasi dan alat kesehatan di Indonesia,” kata Verdi.

    “Percayalah, kita bisa melewati ini semua dengan bersatu, karena persatuan selalu menguatkan kita.” (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.