Wabah Virus Corona Ancam Pelaksanaan Haji, Menag Sebut Ada Plan B

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Agama Fachrul Razi memberikan sambutan saat pembukaan Rakernas 2020 Dirjen Bimas Islam Kemenag di Gedung Kementrian Agama, Jakarta,  Senin, 2 Maret 2020. Tema rakernas kali ini

    Menteri Agama Fachrul Razi memberikan sambutan saat pembukaan Rakernas 2020 Dirjen Bimas Islam Kemenag di Gedung Kementrian Agama, Jakarta, Senin, 2 Maret 2020. Tema rakernas kali ini "Pengarusutamaan Gerakan Moderasi Beragama di Indonesia Melalui Pendekatan Dakwah, Budaya Dan Pemberdayaan Ekonomi Umat". TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan pemerintah sudah memiliki rencana dalam mengantisipasi wabah virus Corona saat musim haji 2020. Namun ia enggan membeberkannya dengan dalih menghindari kepanikan.

    "Ada, lah. Tapi kalau plan-plan disebutkan bikin panik," kata Fachrul di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu, 4 Maret 2020.

    Terkait pelaksanaan haji, Fachrul mengklaim persiapan pemerintah untuk melayani jemaah yang berangkat sudah baik. "Jadi haji ini sebuah kegiatan yang gak pernah lepas, berhenti dari inovasi-inovasi dan evaluasi," kata dia.

    Selebihnya, Fachrul hanya menyerahkan pada kuasa Tuhan agar wabah Corona bisa mereda saat musim haji dimulai. "Kami berdoa aja mudah-mudahan saat haji nanti sudah clear, mudah-mudahan. Yang tahu kan cuma, Tuhan, ya," ujarnya.

    Sementara itu, Fachrul menilai pemerintah Arab Saudi juga sudah memikirkan soal wabah Corona ini. Namun untuk kepastiannya semua menunggu perkembangan dari wabah ini. "Kalau kami tanya jawabannya sama, lihat perkembangan lebih lanjut," kata dia.

    Menurut perhitungan Fachrul Razi, jemaah haji asal Indonesia mulai berangkat ke Arab Saudi pada pertengahan Juni 2020. "Harapan kami sebelum itu sudah ada kepastian," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara