Ada Virus Corona, Jokowi Perlonggar Izin Ekspor - Impor

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pelabuhan dan Peti Kemas. Getty Images

    Ilustrasi Pelabuhan dan Peti Kemas. Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Jokowi memerintahkan Kementerian Perdagangan memperlonggar izin ekspor dan impor bahan baku menyusul kelangkaan bahan baku impor akibat virus Corona.

    "Longgarkan, percepat prosedur yang sebelumnya berbelit-belit. Ini situasi tidak normal karena Corona ini menyebabkan demand, supply, dan produksi rusak semua," ujar Jokowi saat membuka rapat kerja Kementerian Perdagangan di Istana Negara, Jakarta, hari ini, Rabu, 4 Maret 2020.

    Pemerintah mencatat penyebaran virus Corona telah membuat produksi di Cina merosot. Padahal beberapa industri di Indonesia sangat bergantung dengan bahan baku dari Cina.

    "Sudah supply dari sana sulit, (jangan) masuk sini makin sulit."

    Menurut Jokowi, jumlah impor bahan baku dari Cina sangat besar. Sebagai contoh, impor elektronik dari Wuhan sebesar US$ 10 miliar.

    "Itu udah 50 persen impor Indonesia di situ," ujar Presiden Jokowi.

    Begitu pula dengan ekspor, Jokowi memerintahkan semua prosedur dipermudah karena ekonomi seluruh negara sedang sulit akibat virus Corona.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan purchasing managers index (PMI) Cina turun menjadi 35,7 pada Februari 2020. Ini artinya, industri di Cina hampir tidak berproduksi.

    Maka Pemerintah Indonesia berupaya mencari alternatif negara lain yang bisa menjadi sumber bahan baku untuk industri di dalam negeri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara