Tragedi Susur Sungai, Tak Satupun Pembina Pramuka Menolong Siswa

Tiga tersangka tragedi susur sungai di Sungai Sempor yang menewaskan 10 siswa SMPN 1 Turi. Mereka ditampilkan dalam konferensi pers di Polres Sleman, Selasa, 25 Februari 2020. TEMPO/Pribadi Wicaksono

TEMPO.CO, Yogyakarta - Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta terus mengungkap fakta baru tragedi susur sungai yang menewaskan 10 orang siswa SMPN 1 Turi di Sungai Sempor, Sleman, Yogyakarta, pada Jumat 21 Februari 2020.

Wakil Kepala Polres Sleman Komisaris Polisi Akbar Bantilan menuturkan, dari pemeriksaan maraton total 24 saksi, termasuk tujuh pembina pramuka SMPN 1 Turi Sleman, diketahui ratusan siswa yang ikut seolah dibiarkan berjuang melawan maut sendirian.

“Dari pemeriksaan para saksi, tak ada satupun pembina pramuka yang berusaha melakukan upaya pencegahan agar insiden itu tak terjadi,” ujar Akbar di Polres Sleman, Selasa 25 Februari 2020.

Padahal, ujar Akbar, banyak alasan yang seharusnya bisa menjadi pertimbangan para pembina itu untuk membatalkan kegiatan itu. Khususnya dari cuaca, persiapan, dan kelengkapan keselamatan yang tak mendukung.

Susur sungai itu berujung bencana karena ternyata juga dilakukan tanpa persiapan matang alias mendadak.

“Para pembina itu ternyata baru menentukan akan dilakukan susur sungai pada hari kejadian itu juga. Sebagai pengisi kegiatan Pramuka yang menjadi ekstrakurikuler wajib setiap hari Jumat,” ujarnya.

Fakta baru lainnya, ujar Akbar, diketahui dari empat pembina yang ikut susur sungai ikut tak berdaya saat terseret arus bersama siswa yang turun. “Para pembina yang turun susur sungai sama sama ikut terseret arus sampai 50 meter,” ujarnya.

Empat dari tujuh pembina itu masih berstatus saksi. Mereka juga merangkap guru di SMPN 1 Turi. Saat kejadian, mereka tak melengkapi diri dengan peralatan keamanan dan keselamatan.

Alhasil, ujar Akbar, para pembina yang harusnya bisa jadi pelindung para siswa itu gagal melaksanakan tugasnya saat 249 siswa mulai hanyut digulung banjir. “Pembina yang harusnya melindungi saja tak bisa mengurusi dirinya sendiri, apalagi diminta menjaga 249 siswa yang dibawa,” ujarnya.

Dalam kasus ini polisi telah menetapkan tiga pembina pramuka lain yang tak ikut turun ke sungai sebagai tersangka dan menahannya. Walau tak ikut turun susur sungai, ketiganya dinilai paling berperan dominan hingga kegiatan itu terlaksana.

Ketiga orang itu yakni Isvan Yoppy Andrian, Riyanto, Danang Subroto yang berperan merancang program, menentukan lokasi sungai, dan memerintahkan siswa terjun susur sungai.

“Kasus ini belum selesai. Kami masih akan telusuri kemungkinan adanya tersangka baru, dan periksa saksi-saksi yang dibutuhkan untuk mengungkap jelas kasus ini,” ujarnya.






Catat Tanggalnya, Jogja National Museum dan Titik Nol Yogyakarta Akan Bermandikan Seni Cahaya

4 jam lalu

Catat Tanggalnya, Jogja National Museum dan Titik Nol Yogyakarta Akan Bermandikan Seni Cahaya

Kawasan Titik Nol Kilometer Kota Yogyakarta atau ujung Jalan Malioboro bakal digempur rentetan atraksi seni cahaya.


Puncak HUT Kota Yogyakarta ke-266, Ratusan Seniman Akan Meriahkan Karnaval Wayang

14 jam lalu

Puncak HUT Kota Yogyakarta ke-266, Ratusan Seniman Akan Meriahkan Karnaval Wayang

Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) #7 jadi puncak acara HUT ke-266 Kota Yogyakarta pada 7 Oktober 2022.


Sambangi Kustomfest 2022, Sandiaga Uno Bilang Begini

2 hari lalu

Sambangi Kustomfest 2022, Sandiaga Uno Bilang Begini

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno membuka pameran modifikasi motor Kustomfest 2022 di JEC, Yogya, pada Sabtu 1 Oktober 2022.


Rangkaian Acara Muhammadiyah Expo di Yogyakarta, Dari Pengajian Hingga Bazar

3 hari lalu

Rangkaian Acara Muhammadiyah Expo di Yogyakarta, Dari Pengajian Hingga Bazar

Muhammadiyah Jogja Expo 2022 ini juga difokuskan sebagai syiar Muktamar sekaligus ajang silaturahmi.


Kolonel Sugiyono Korban G30S, 21 Hari Kemudian Jasadnya Ditemukan

4 hari lalu

Kolonel Sugiyono Korban G30S, 21 Hari Kemudian Jasadnya Ditemukan

Peristiwa kelam G30S tidak hanya merenggut nyawa perwira TNI AD di Jakarta, dua lainnya di Yogyakarta yaitu Koloner Sugiyono dan Brigjen Katamso.


Kustomfest 2022, Wisatawan Bisa Lihat Balap Motor dan Dapat Hadiah Motor Listrik Modifikasi

4 hari lalu

Kustomfest 2022, Wisatawan Bisa Lihat Balap Motor dan Dapat Hadiah Motor Listrik Modifikasi

Tahun ini, Kustomfest tetap menyediakan hadiah undian atau luckydraw untuk satu pengunjung beruntung.


Tiga Acara HUT Kota Yogyakarta ke-266 yang Sayang Dilewatkan Wisatawan

4 hari lalu

Tiga Acara HUT Kota Yogyakarta ke-266 yang Sayang Dilewatkan Wisatawan

Wisatawan yang datang ke Yogyakarta bertepatan dengan HUT kota itu bisa ikut beragam event menarik.


Lewat Aplikasi Khusus, Yogyakarta Genjot Sertifikasi Pramuwisata

5 hari lalu

Lewat Aplikasi Khusus, Yogyakarta Genjot Sertifikasi Pramuwisata

Kepiawaian pramuwisata memegang peran terhadap kehadiran dari para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.


Ada 134 Tradisi Yogyakarta Ditetapkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

6 hari lalu

Ada 134 Tradisi Yogyakarta Ditetapkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Menurut Sultan HB X, cukup sulit mengumpulkan data-data pendukung produk budaya yang akan didaftarkan sertifikat warisan budaya tak benda.


Kisah Tari Beksan Punggawa Keraton yang Sambut Delegasi G20 di Yogyakarta

6 hari lalu

Kisah Tari Beksan Punggawa Keraton yang Sambut Delegasi G20 di Yogyakarta

Dari perhelatan G20 Sherpa Meeting di Yogyakarta itu, para delegasi mendapatkan berbagai inspirasi untuk menyongsong penyelenggaraan KTT G20.