Survei Median: Publik Pilih Anies Bukan Karena Kinerja, Tapi...

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menghadiri seminar Bank Pembangunan Daerah SI Sinergi BUMD di Ancol Jakarta Utara, Sabtu 22 Februari 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menghadiri seminar Bank Pembangunan Daerah SI Sinergi BUMD di Ancol Jakarta Utara, Sabtu 22 Februari 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Hasil sigi Media Survei Nasional (Median) menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menjadi dua tokoh favorit untuk maju di Pilpres 2024. Dari hasil survei itu, Prabowo meraup 18,8 persen suara. Sementara Anies Baswedan dengan 15,8 persen.

    Direktur Eksekutif Median Rico Marbun mengatakan rata-rata responden memilih Anies bukan karena kinerja. "Ini pertanyaan terbuka ya jadi kami membebaskan responden untuk menjawab, itu yang pertama yang paling besar itu adalah orang mengatakan bahwa Pak Anies Baswedan ini religius atau dekat dengan ulama," kata Rico, di Jakarta Pusat, Senin, 24 Februari 2020.

    Dari hasil sigi, kedekatan Anies dengan agama menjadi faktor paling dominan dengan 15,1 persen. Selanjutnya, faktor yang dilihat adalah cerdas dan pintar sebesar 11,3 persen, lalu faktor tutur kata bagus di peringkat tiga dengan 8,8 persen.

    Faktor kinerja hanya berada di peringkat empat dengan 7,7 persen. "Kalau faktor kinerja sebenarnya belum menjadi alasan utama orang memilih Anies Baswedan begitu," kata Rico.

    Menurut Rico, faktor kedekatan dengan ulama ini tak terlepas dari aksi 212 pada 2017. Momen itu bertepatan dengan Pemilihan Gubernur yang akhirnya melengserkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. "Mungkin selama ini dianggap dekat dengan gerakan 212, sejarahnya waktu terpilih di 2017, jadi faktor itu agak kuat menempel di Pak Anies Baswedan," kata Rico.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.