Korban Jiwa Susur Sungai di Sleman Jadi 9 Orang, 1 Masih Hilang

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sungai Sempor, Donokerto Turi Sleman tempat tragedi susur sungai yang menewaskan sejumlah siswa SMPN 1 Turi pada Jumat sore, 21 Februari 2020. Tempo/Pribadi Wicaksono

    Sungai Sempor, Donokerto Turi Sleman tempat tragedi susur sungai yang menewaskan sejumlah siswa SMPN 1 Turi pada Jumat sore, 21 Februari 2020. Tempo/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Korban jiwa kegiatan susur sungai di Sungai Sempor, Sleman yang dilakukan para siswa SMPN 1 Turi pada Jumat sore, 21 Februari 2020 terus bertambah menjadi sembilan orang.

    "Pagi ini ada dua lagi korban yang ditemukan, meninggal dunia di titik yang berbeda beda," ujar Juru bicara Polda DIY Komisaris Besar Polisi Yuliyanto saat ditemui di lokasi kejadian.

    Yuli mengatakan dua korban siswi SMPN 1 Turi Sleman itu ditemukan di Dam Bubrah dan kawasan Lengkong Sleman yang jaraknya sekitar tiga kilometer dari lokasi kejadian. Satu korban langsung dibawa ke Puskesmas Turi Sleman dan satu lainnya masih dalam perjalanan.

    "Dengan temuan dua korban ini, jadi masih ada satu siswa lagi yang masih hilang dan sedang terus dicari petugas gabungan," kata Yuli.

    Berdasarkan data terakhir pada Sabtu pagi yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY,
    total ada 249 siswa ikut dalam kegiatan susur sungai yang terdiri dari kelas VII sebanyak 124 siswa dan
    kelas VIII sebanyak 125 siswa. Mengacu data itu, siswa yang terkonfirmasi selamat sebanyak 216 siswa, menderita luka-luka 23 siswa dan yang ditemukan meninggal per pukul 11.00 ada sembilan orang. Adapun siswa yang masih hilang ada satu siswa.

    Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito di lokasi kejadian mengatakan sebanyak 851 personel SAR gabungan diterjunkan dalam pencarian hanyutnya siswa di Sungai Sempor.

    "Info yang saya terima jumlah keseluruhan peserta 249. Kemudian yang selamat 239. Tujuh ditemukan meninggal, kita semua berduka. Dan tiga masih kita cari. Kita semuanya konsentrasi melakukan pencarian semua unsur, total 851 personel," kata Bagus.

    Bagus mengatakan kondisi medan berbatu dan memiliki relung menjadi kesulitan tersendiri bagi petugas dalam pencarian korban. Namun, dia optimistis personel yang diterjunkan bisa bekerja optimal dan menemukan semua korban.

    "Memang ada kesulitan sungai yang berbatu dan ada semacam embung atau relung di dalamnya ini tapi ini ada tim ketiga yang sudah turun dan akan dilaksanakan," kata Bagus.

    Sebelumnya korban tragedi Sungai Sempor yang masih belum ditemukan atas nama Yasinta Bunga, Zahra Imelda dan Nadine Fadilah. Dua korban yang baru ditemukan masih dalam proses identifikasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.