Kemenag Rencanakan Jemaah Haji 2020 Sebanyak 231 Ribu

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan jemaah haji memadati Jabal Ragmah saat melakukan wukuf di padang Arafah, Arab Saudi, 10 Agustus 2019. REUTERS/Umit Bektas

    Ratusan jemaah haji memadati Jabal Ragmah saat melakukan wukuf di padang Arafah, Arab Saudi, 10 Agustus 2019. REUTERS/Umit Bektas

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Agama Fachrul Razi menetapkan asumsi jumlah jemaah haji Indonesia pada 2020 sebanyak 231 ribu.

    Angka ini diperoleh berdasarkan kuota dasar jamaah haji 2020 sebanyak 221 ribu ditambah kemungkinan tambahan 10 ribu jamaah.

    "Tambahan jumlah jamaah diajukan 10 ribu, bahasa tubuh Pemerintah Arab sepertinya sudah oke," ucap Fachrul Razi di kantornya hari ini, Selasa, 18 Februari 2020.

    Menurut Fachrul razi, penetapan asumsi lebih tinggi dari kuota itu untuk mengantisipasi penambahan kuota yang kerap kali mendadak.

    Biasanya jika penambahan kuota mendadak terjadi, pemerintah kerap tidak memiliki waktu yang cukup untuk mengantisipasinya.

    "Jadi angka asumsinya lebih tinggi karena lebih mudah mengurangi daripada menambah."

    Kuota dasar jemaah haji Indonesia yang tertuang dalam MoU penyelenggaraan ibadah haji 1441H/2020M masih 221 ribu.

    Tahun 2019, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin  mengajukan penambahan kuota haji 10 ribu. Permintaan itu dikabulkan namun tidak menjadi kuota permanen.

    Tahun ini, Menteri Agama Fachrul Razi mengupayakan kuota permanen jemaah haji naik menjadi 231 ribu.

    "Mereka maunya tambah jamaah, tapi bukan kuota. Apapun namanya itu, kita terimalah," ujar Fachrul.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara