Kapolri Berharap Tidak Mencopot Lagi Dirlantas Berkinerja Buruk

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis memberikan ucapan selamat kepada Analisis Kebijakan Baharkam Polri yang baru, Irjen Pol Muchlis usai serah terima jabatan (sertijab) di Gedung Rupatama, Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 11 Februari 2020. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis memberikan ucapan selamat kepada Analisis Kebijakan Baharkam Polri yang baru, Irjen Pol Muchlis usai serah terima jabatan (sertijab) di Gedung Rupatama, Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 11 Februari 2020. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, JakartaKapolri Jenderal Idham Azis meminta kepada jajaran di Korps Lalu Lintas Polri untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Permintaan itu disampaikan Idham saat membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Lalu Lintas di Pusat Pendidikan Lalu Lintas Polri, Serpong, Tangerang, Selasa, 11 Februari 2020.

    Idham mengatakan tak rag mencopot pejabat yang memberikan pelayanan buruk kepada masyarakat. Apalagi, ia menyebut, sudah ada beberapa Direktur Lalu Lintas yang pernah dicopot lantaran berkinerja buruk.

    "Saya berharap di TR berikutnya tidak ada Dirlantas yang saya copot hanya karena masalah pelayanan, pelajarannya adalah kau laksanakan semuanya sesuai dengan prosedur baik untuk pelayanan SIM, maupun pelayanan kepada masyarakat," ujar Idham.

    Idham juga meminta agar jajaran Korlantas berani melapor jika ada oknum pimpinan yang melakukan tindakan menyimpang dari ketentuan. Di penghujung sambutannya, Idham kembali menekankan pentingnya bekerja sepenuh hati dan melayani masyarakat.

    Dia meyakini orang yang demikian kariernya akan gemilang. "Kamu bekerja yang lurus-lurus aja. Bekerjalah di jalan yang lurus," kata Idham.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.