Kamis, 22 Februari 2018

KPC Belum Lunasi Royati dan Pajak Kabupaten Kutai Timur

Oleh :

Tempo.co

Rabu, 13 Agustus 2008 10:37 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Sangatta: Bupati Kutai Timur, Awang Faroek Ishak, menyebutkan akibat tunggakan pembayaran royalti sejumlah perusahaan batubara, pemerintahannya rugi Rp 2,2 triliun. Jumlah ini merupakan akumulasi dari tunggakan pembayaran PT Kaltim Prima Coal (KPC) yang beroperasi di daerah itu. "Dana yang seharusnya masuk kas, sampai sekarang masih dalam tagihan," kata Awang Faroek Ishak.Selain royalti, menurut Awang, KPC juga menunggak membayar pajak daerah sejak 1998 senilai Rp 37 miliiar. Angka ini diperoleh dari Direktorat Jenderal Pertambangan. "Kami kesulitan menagih," ujarnya.Aadanya tunggakan ini, Awang akan minta bantuan pemerintah pusat. "Kami meminta perusahaan segera melunasi. Ini untuk kepentingan pembangunan dan kesejahteraan rakyat," katanya.Kendati sulit menagih, Awang tidak berencana mengganggu aktivitas KPC. Apalagi berpikiran mencabit izin usaha perusahaan yang bernaung dalam Bumi Resaources, Grup Bakrie.FirmanDengan adanya tunggakan yang merugikan daerah ini Awang mengatakan tidak akan mengganggu aktivitas KPC. Bahkan menurutnya KPC diijinkan beroperasi."Tapi kami minta bayar dulu lah," katanya.

     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Inilah Wakanda dan Lokasi Film Black Panther Buatan Marvel

    Marvel membangun Wakanda, negeri khayalan di film Black Panther, di timur pantai Danau Victoria di Uganda. Sisanya di berbagai belahan dunia.