1 Orang Suspek Virus Corona di Kepri, Ini Penjelasan Dinkes

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) asal Wuhan, Hubei, China beraktivitas di depan Hanggar Pangkalan Udara Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Selasa 4 Februari 2020. Menurut data Kementerian Kesehatan bahwa 238 orang WNI yang menjalani proses observasi sebagai antisipasi tertular virus Corona bahwa kesehatannya dalam keadaan baik dan sehat, tidak ada satupun dari mereka yang menunjukkan gejala infeksi seperti demam, batuk dan pilek. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) asal Wuhan, Hubei, China beraktivitas di depan Hanggar Pangkalan Udara Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Selasa 4 Februari 2020. Menurut data Kementerian Kesehatan bahwa 238 orang WNI yang menjalani proses observasi sebagai antisipasi tertular virus Corona bahwa kesehatannya dalam keadaan baik dan sehat, tidak ada satupun dari mereka yang menunjukkan gejala infeksi seperti demam, batuk dan pilek. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Batam - Satu orang pekerja yang pulang dari Malaysia ke Karimun, Provinsi Kepri, hari ini, Senin, 10 Februari 2020, diberi status suspek virus Corona.

    Pria berinisial R, 28 tahun, tersebut mengalami demam, flu, dan sesak nafas. 

    Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun Rachmadi mengatakan suspek itu sedang menjalani observasi di Rumah Sakit Muhammad Sani, Kabupaten Karimun.

    "Benar, sekarang pasien sedang kita observasi," kata Rachmadi kepada Tempo hari ini.

    Rachmadi berharap masyarakat tidak panik dengan kejadian tersebut. Ia juga tidak menyarankan masyarakat memakai masker. "Anjuran pakai masker itu buat yang sedang mengalami flu."

    Dia menceritakan, R adalah warga asli Maranti, Provinsi Riau, yang bekerja di Malayasia. Pulang dari Malaysia dia tidak langsung menuju Maranti, melainkan singgah di Kabupaten Karimun tempat saudaranya tinggal.

    Kata Rachmadi, R datang ke Karimun pada 30 Januari 2020. Kemudian beberapa hari belakangan ini R mengalami demam, flu, dan sesak nafas.

    Dinkes Kabupaten Karimun lantas mencocokkan ciri-ciri pasien yang terkena virus Corona dengan kondisi R. 

    "Dia juga baru kembali dari Malaysia, salah satu negara yang terjangkit, makanya dia kami observasi." 

    Rachmadi menjelaskan R menjalani isolasi di RS M. Sani dan sampel cairan tenggorokan pasien sudah dikirimkan ke Jakarta untuk diperiksa.

    "Kami tunggu beberapa hari ini," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.