Pulang dari Singapura, Pria Asal Batam Diduga Kena Virus Corona

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wisatawan asing asal China antre di konter lapor diri (check-in) Terminal Keberangkatan Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Selasa 28 Januari 2020. Agen biro perjalanan China memulangkan ratusan wisatawannya yang sedang berkunjung di Batam menyusul merebaknya wabah virus Corona, selain itu pihak Bandara Hang Nadim juga menghentikan sementara penerbangan dari China ke Batam sampai batas waktu yang belum ditentukan. ANTARA FOTO/M N Kanwa

    Sejumlah wisatawan asing asal China antre di konter lapor diri (check-in) Terminal Keberangkatan Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Selasa 28 Januari 2020. Agen biro perjalanan China memulangkan ratusan wisatawannya yang sedang berkunjung di Batam menyusul merebaknya wabah virus Corona, selain itu pihak Bandara Hang Nadim juga menghentikan sementara penerbangan dari China ke Batam sampai batas waktu yang belum ditentukan. ANTARA FOTO/M N Kanwa

    TEMPO.CO, Batam - Rumah Sakit Embung Fatimah Kota Batam mengisolasi R, 40 tahun, seorang terduga atau suspect virus corona. Ia diketahui menderita demam selama beberapa hari sepulang dari Singapura.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi mengatakan informasi kasus ini ia dapatkan dari laporan pihak rumah sakit bahwa ada pasien yang di-suspect virus corona setelah datang ke rumah sakit. Status suspect itu diberikan karena beberapa gejala yang disampaikan Kementerian Kesehatan tentang virus corona terdapat pada pria tersebut.

    "Jadi dia mengalami sesak napas akut yang mendadak, serta juga gejala batuk, demam, flu dalam waktu singkat," kata Didi saat konferensi pers di Rumah Sakit Embung Fatimah, Kamis, 30 Januari 2020.

    Didi mengatakan pasien ini ke Singapura bukan untuk berlibur namun bekerja di sebuah perusahaan yang pekerjanya berasal dari berbagai negara. "Kronologisnya pria ini mendapatkan gejala demam pada 20 Januari 2019 saat bekerja, setelah itu dia pulang ke Batam karena penyakit tidak kunjung sembuh," kata dia.

    R kemudian pulang melalui kapal ferry Pelabuhan Internasional Batam Center Kota Batam. Namun, ia lolos dari thermal scanner yang terdapat di pelabuhan, baik di Singapura ataupun Kota Batam.

    Didi menyampaikan kemungkinan pasien mengkonsumsi obat penurun demam ketika hendak ke Batam sehingga ia lolos saat scanner oleh petugas KKP. "Pemuda itu juga mengkonfirmasi dia memakai obat penurun demam makanya tidak terdeteksi di scanner," kata dia.

    Dari pelabuhan Batam Center tersebut, R langsung menuju rumahnya yang berada di Batam. Setelah itu, ia baru datang ke Rumah Sakit Embung Fatimah.

    Pihak rumah sakit melakukan pemeriksaan seperti rontgen dada dan lainnya. "Memang ditemukan gejala," kata Didi.

    Selain pemeriksaan, pihak rumah sakit menyesuaikan dengan kriteria pasien yang menderita gejala virus corona yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan. Sampai saat ini, pasien itu masih menjalani perawatan intensif.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.