Harun, Rossa, dan Segudang Masalah di Awal Kepemimpinan Firli Cs

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK, Firli Bahuri. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua KPK, Firli Bahuri. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Operasi tangkap tangan Komisioner Komisi Pemilihan Umum Wahyu Setiawan jadi kasus besar pertama masa kepemimpinan Firli Bahuri cs. Selain menyeret petinggi komisi pemilihan umum, kasus ini juga menyeret sejumlah kader PDIP, seperti Harun Masiku dan ditengarai sampai ke elit PDIP.

    Kasus suap terhadap Wahyu juga menjadi tanda dimulai sejumlah kontroversi di era kepemimpinan Firli. Saat OTT, tim KPK diduga disekap saat akan mengejar salah satu tersangka Harun Masiku yang ditengarai bersembunyi di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian. Tak hanya itu, tim penyidik kasus ini diganti, bahkan beberapa anggotanya dipulangkan ke institusi asalnya.

    Merunut sebulan ke belakang, berikut adalah rentetan polemik di awal kepemimpinan Firli.
     

    1. OTT Harun dan PTIK

    Operasi senyap dengan target Wahyu dimulai pada 8 Januari 2020. Operasi berjalan mulus pada awalnya. Secara beruntun KPK menangkap Wahyu pada siang hari di Bandara Soekarno-Hatta, lalu menciduk sejumlah orang lainnya di tempat berbeda. Sampai pada sore hari, tim KPK memburu terduga penyuap Wahyu, yakni mantan calon legislatif PDIP Harun Masiku.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.