Harun, Rossa, dan Segudang Masalah di Awal Kepemimpinan Firli Cs

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK, Firli Bahuri. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua KPK, Firli Bahuri. TEMPO/Imam Sukamto

    Tim KPK sempat membuntuti caleg dari Daerah Pemilihan Sumatera Selatan I ini hingga Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian di Jakarta Selatan. Di kampus polisi itu, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto ditengarai telah lebih dulu berada di sana. Namun, tim yang membuntuti justru dihadang oleh sejumlah polisi dari Bareskrim. Tim KPK ditahan selama berjam-jam, bahkan sampai dites urin.

    Mabes Polri menyatakan pemeriksaan terhadap pengunjung PTIK adalah hal wajar. Sedangkan Hasto, menyangkal berada di kampus itu. Ia berdalih sedang sibuk menyiapkan Rapat Kerja Nasional PDIP. Harun belum bisa dimintai keterangan karena belum tertangkap sampai sekarang. Ketua KPK Firli bahuri mengatakan hanya tahu insiden itu dari media. “Saya di Surabaya,” kata dia saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat dengan DPR.

    2. Gagal Segel Ruang Sekjen PDIP

    Penyelidik KPK gagal menyegel ruangan Hasto Kristiyanto di Gedung DPP PDIP, Jakarta pada awal Januari 2020. Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar mengatakan bahwa tim dilarang masuk oleh satuan pengamanan karena tidak mendapatkan izin dari petinggi partai. Ia mengatakan tim KPK mengantongi surat tugas lengkap. Sedangkan PDIP, menyebut peristiwa ini sebagai upaya penggeledahan. Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat mengatakan bahwa tim KPK tak memiliki surat tugas. “Mereka tidak dilengkapi bukti yang kuat, seperti surat tugas dan sebagainya,” kata Djarot. Hingga kini ruangan Hasto tak tersentuh KPK.

    3. Pergantian tim penyidik

    Tim penyidik KPK yang melakukan OTT terhadap Wahyu diduga diganti. Pergantian ini dinilai janggal sebab biasanya penyidik yang terlibat dalam suatu operasi akan mengawal kasus tersebut sampai naik ke tahap penuntutan. Wakil Ketua KPK Alexander Marwata membantah bahwa tim itu diganti karena menangani suatu kasus. Kecuali, kata dia, penyidik itu melanggar kode etik dengan membocorkan informasi hasil ekspose perkara ke media. “Tidak ada penyidik yang dicopot karena menangani suatu kasus,” kata dia. Juru bicara KPK Ali Fikri berkata masa tuga tim awal memang sudah selesai.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.