Survei: 2 Wakil Menteri Pendamping Erick Thohir Paling Populer

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Erick Thohir tiba di Istan Kepresidenan, Jakarta, Senin 21 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    Erick Thohir tiba di Istan Kepresidenan, Jakarta, Senin 21 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menyebut dua Wakil Menteri pendamping Menteri BUMN Erick Thohir menjadi yang paling populer di antara posisi serupa di kementerian lain. Dua wakil ini adalah Budi Gunadi Sadikin dan Kartiko Wirjoatmojo.

    "Masyarakat juga menilai mereka cocok mengisi posisi ini," kata Direktur Eksekutif IPO Dedy Kurnia Syah dalam diskusi di kawasan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu, 8 Februari 2020.

    Indonesia Political Opinion menggelar survei terkait penting atau tidaknya jabatan wakil menteri. Dedy mengatakan validitas data dari survei dengan metode ini dalam rentang minimum 94 persen, dan maksimum 97 persen. Survei melibatkan 1.600 responden dan dilakukan sejak 10 Januari hingga 31 Januari.

    Hasil survei menunjukkan 37 persen responden menyatakan wakil menteri diperlukan, 21 persen tidak, dan 42 persen tak memberikan pendapat. "Tingginya tidak memberikan pendapat ini sebetulnya menunjukkan bahwa masyarakat berpikir bahwa ada tidak adanya wamen ini tidak masalah," kata Dedy.

    Di bawah Budi Gunadi Sadikin dan Kartiko, Wakil Menteri yang populer adalah Wamen Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanusudibjo, Wamen Luar Negeri Mahendra Siregar, Wamen Agama Zainut Tauhid, Wamen Perdagangan Jerry Sambuaga, Wamen Keuangan Suahasil Nazara, Wamen PUPR John Wempi Wetimpo, Wamen LHK Alue Dohong, dan Wamen Pertahanan Wahyu Sakti Trenggono.

    Hanya ada dua nama wamen yang memiliki persepsi publik di bawah nol persen. Mereka adalah Wamen ATR/BPN Surya Chandra (0,9 persen) dan Wamen Desa Budi Arie Setiadi (0,4 persen).

    Dedy mengatakan survei ini adalah membaca persepsi publik. Ia menegaskan survei ini tak ada kaitan dengan kinerja para Wakil Menteri selama ini. "Tapi kalau publik sudah memberikan persepsi, berarti pekerjaan mereka tak diketahui oleh publik. Sama saja mereka dianggap tak bekerja oleh publik," kata Dedy.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.