Ada Lorong Rahasia antara Istiqlal-Katedral, Begini Kata Jokowi

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara renovasi Masjid Istiqlal di Jakarta, Selasa 28 Januari 2020. Berdasarkan data PT Waskita Karya (Persero) Tbk selaku kontraktor, hingga 28 Januari 2020 renovasi masjid terbesar se-Asia Tenggara itu telah mencapai 70 persen dan akan selesai pada Maret 2020. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Foto udara renovasi Masjid Istiqlal di Jakarta, Selasa 28 Januari 2020. Berdasarkan data PT Waskita Karya (Persero) Tbk selaku kontraktor, hingga 28 Januari 2020 renovasi masjid terbesar se-Asia Tenggara itu telah mencapai 70 persen dan akan selesai pada Maret 2020. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan akan ada pembangunan terowongan bawah tanah yang akan menghubungkan antara Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral di Jakarta Pusat. Pembangunan ini dilakukan bersamaan dengan proyek renovasi Masjid Istiqlal, yang saat ini masih berlangsung.

    "Juga tadi ada usulan dibuat terowongan dari Masjid Istiqlal ke Katedral. Tadi sudah saya setujui sekalian sehingga ini menjadi sebuah terowongan silaturahmi," kata Jokowi usai meninjau progres pembangunan renovasi Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat, 7 Februari 2020.

    Jokowi terlihat cukup bersemangat dengan rencana ini. Ia mengatakan nantinya terowongan ini akan menghubungkan dua tempat ibadah yang berlokasi berseberangan persis tersebut. Pemilihan terowongan bawah tanah, membuat aksesnya nanti tidak dilakukan lewat jalur utama yang harus melewati Jalan Katedral yang padat.

    "Tidak nyebrang, sekarang pakai terowongan bawah, terowongan silaturahmi," kata Jokowi.

    Renovasi total Masjid Istiqlal sudah dimulai tahun lalu. Jokowi menargetkan sebelum April mendatang, renovasi ini sudah bisa selesai sehingga bisa dipakai untuk ibadah bulan Ramadan. Ini merupakan renovasi besar Istiqlal sejak 41 tahun lalu.

    Jokowi mengatakan anggaran yang diperlukan untuk renovasi ini cukup besar. "Rp 475 miliar yang dipakai untuk memperbaiki, memoles lantai, mengganti karpet, lighting, sound system, semuanya," kata Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPK Berencana Menghapus Hasil Penyadapan 36 Perkara

    Terdapat mekanisme yang tak tegas mengenai penghapusan hasil penyadapan 36 penyelidikan yang dihentikan KPK.