Menkes Terawan Bilang 2 WNA Ikut Dikarantina di Natuna

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Polhukam Mahfud MD didampingi Menkes Terawan Agus Putranto mengikuti dzikir dan doa bersama di Masjid Agung Natuna, Kepulauan Riau, Kamis, 6 Februari 2020. Dzkir dan doa tersebut bertemakan

    Menko Polhukam Mahfud MD didampingi Menkes Terawan Agus Putranto mengikuti dzikir dan doa bersama di Masjid Agung Natuna, Kepulauan Riau, Kamis, 6 Februari 2020. Dzkir dan doa tersebut bertemakan "Dari Natuna Selamatkan Indonesia". ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengakui bahwa sebetulnya dua warga negara asing (WNA) yang ikut dikarantina untuk diobservasi selama dua pekan bersama 236 Warga Negara Indonesia lainnya di Pulau Natuna, Kepulauan Riau.

    "Benar (ada dua). Itu orang bule (asing) itu," ujar Terawan saat ditemui di Kantor Bupati Natuna, Kamis malam, 7 Februari 2020. Sebelumnya pemerintah menyebut jumlah warga asing yang ikut dikarantina satu orang.

    Menurut Terawan, dua WNA tersebut merupakan bapak dan anak. Mereka turut dibawa ke Natuna karena merupakan keluarga dari salah satu WNI yang kini menjalani karantina di Natuna.

    Kendati demikian, Terawan memastikan bahwa WNA tersebut bukan warga negara Cina. "Orang asing, orang Eropa, kalau enggak salah mana itu. Saya tidak hapal," ujar Terawan.

    Dia memastikan kedua WNA tersebut juga mendapat perlakuan yang sama dengan para WNI selama masa observasi. "Aku ora (tidak) peduli warga mana, tak pelihara semua," ujar Terawan.

    Sebelumnya, Kemenlu menyampaikan data bahwa 238 WNI berhasil dipulangkan, Ahad lalu. Awalnya WNI yang bakal dipulangkan dari Cina karena wabah virus Corona berjumlah 245 orang. Namun 7 orang batal berangkat. Dari keterangan resmi Kementerian Luar Negeri, empat orang di antaranya memilih tetap tinggal di Cina karena alasan keluarga. Sedangkan tiga WNI lainnya tak memenuhi persyaratan kesehatan untuk terbang.

    Adapun ratusan orang yang dievakuasi ke Pulau Natuna tersebut akan menjalani masa observasi kesehatan selama dua pekan sebelum dipulangkan ke rumah masing-masing.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.